Kilang Padi Terancam Bangkrut

Kilang Padi Terancam Bangkrut
Kilang Padi Terancam Bangkrut
Dulu, kata Zulfadli, kilang padi yang dikelolanya saban hari rata-rata masuk gabah warga untuk digiling sekitar satu ton. Kini, jangankan satu ton, setangah ton saja tidak susah. “Jalan, satu-satunya supaya kilang padi tidak tutup. Maka terpaksa kami membeli padi, kemudian kita giling dan kita jual berasnya. Karena tidak ada cara lain, sebab warga lebih memilih menggunakan jasa Kipakel sekarang,” bebernya.

Sementara Maryana (48) seorang ibu rumah tangga, kepada koran ini mengaku lebih memilih Kipakel dari pada kilang padi tetap. “Kalau kipakel datang langsung ke rumah kita untuk menggiling padi, bahkan ongkosnya juga lebih murah,” tandas Maryana.(mag-46)

LHOKSUKON-Mesin Kilang Padi Keliling (Kipakel) terus berkembang pesat di wilayah Aceh Utara. Akibat menjamurnya mesin penggiling padi berjalan itu,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News