Kisah 2 Sahabat Usai Nonton Timnas U-19, Naik Lion Air JT610

Kisah 2 Sahabat Usai Nonton Timnas U-19, Naik Lion Air JT610
Petugas DVI Mabes Polri bersama Polres Jakarta Utara mengidentifikasi barang-barang korban Lion Air JT610 di JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (31/10/18). FOTO: FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Saat memilah dan memilih barang, dia menemukan serpihan kulit atau daging manusia. ”Ukurannya seperti untuk soto,” kata pria paruh baya yang juga aktivis lingkungan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, itu.

Rabu (30/10) pagi juga ditemukan baju pramugari Lion Air yang dievakuasi ke tempat pengumpulan itu. Menurut Amsori, sangat mungkin baju tersebut adalah baju cadangan yang diletakkan di koper. Sebab, tidak ditemukan bercak darah yang melekat.

Menjelang sore, sekitar pukul 16.30 WIB, kapal Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai merapat ke dermaga JICT. Dua kantong jenazah diturunkan dari kapal tersebut. Tak kurang dari lima kantong lain berisi puing-puing dan barang penumpang juga diturunkan.

Dua kantong jenazah, setelah dibuka dan diperiksa sebentar oleh polisi, dibawa ke mobil ambulans PMI. Selanjutnya, dibawa ke RS Bhayangkara. Sedangkan lima kantong lain dibuka dan isinya pun dikeluarkan dan dijejer.

Pencarian bangkai kapal terbang terus dilakukan. Begitu pula pencarian oleh keluarga korban di tumpukan barang-barang yang barangkali bisa dikenali.

Di tengah kedukaan mendalam, menemukan barang dari keluarga yang jadi korban adalah sebuah penghiburan yang tak ternilai harganya. Menjadi penali cinta mereka yang –mengutip kembali Pamuk– tak akan bisa dihalangi apa pun. Juga oleh kematian. (*/c10/ttg)


Usai menonton laga Timnas U-19 vs Jepang, Minggu (28/10), Rafi dan Rian pulang naik pesawat Lion Air JT 610 yang mengalami kecelakaan.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News