JPNN.com

Kisah Nevi Zuairina Membersamai 10 Tahun Kepemimpinan Irwan Prayitno di Sumbar

Sabtu, 16 Januari 2021 – 22:07 WIB
Kisah Nevi Zuairina Membersamai 10 Tahun Kepemimpinan Irwan Prayitno di Sumbar - JPNN.com
Anggota Fraksi PKS DPR RI Nevi Zuairina (kedua kanan) pada acara diskusi bulanan yang digelar Jaringan Pemred Sumbar (JPS) di Padang, Sumatera Barat, Jumat (15/1/2021). Foto: Dok. FPKS

jpnn.com, PADANG - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI Dapil Sumatera Barat, Nevi Zuairina menceritakan pengalaman mendampingi suaminya, Irwan Prayitno sebagai Gubernur Sumatera Barat selama sepuluh tahun. 

“Hampir 10 tahun kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno, tentu banyak cerita, kisah, dan pengalaman yang membersamai perjalanan kami. Sebagai seorang istri, sudah menjadi kewajiban bagi saya untuk selalu memberikan dukungan dan doa dalam setiap aktivitas Bapak Irwan, baik sebagai seorang suami, seorang ayah maupun seorang gubernur untuk masyarakatnya,” ucap Nevi Zuairina pada acara diskusi bulanan yang digelar Jaringan Pemred Sumbar (JPS) di Padang, Sumatera Barat, Jumat (15/1/2021).

Nevi mengaku banyak cerita, ilmu, dan pengalaman berharga yang didapatkannya selama mendampingi Irwan Prayitno sebagai gubernur.

Kisah Nevi Zuairina Membersamai 10 Tahun Kepemimpinan Irwan Prayitno di Sumbar

“Sampai akhirnya saya berusaha mengimplementasikan nilai-nilai itu dalam aktivitas saya sebagai pejabat publik yakni anggota DPR RI saat ini,” kata Nevi.

Saat ini, Nevi mengaku diberikan amanah sebagai kepala Departemen Pembinaan Istri Kepala Daerah DPP PKS.

Oleh karena itu, dia berkewajiban berbagi pengalaman sebagai istri kepala daerah agar bisa diikuti oleh istri para kepala daerah lainnya untuk dapat berperan lebih baik lagi dalam membantu tugas-tugas suami. Di antaranya adalah melalui penyelenggaraan program pembinaan agar peran istri bukan sekadar mendampingi tugas para suami, namun mereka juga dapat menorehkan amal dan prestasi terbaiknya dalam berbagai ruang publik yang mereka geluti.

“Kita sadar saat ini adalah era keterbukaan yang menuntut transparansi dan akuntabilitas. Termasuk dalam menjalankan kepemimpinan sebagai kepala daerah dimana masyarakat bisa langsung memberikan penilaian, pertanyaan, atau bahkan kritik melalui berbagai kanal media informasi,” katanya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...