Kisah Petani Buah Naga, Sempat Tertipu karena tak Bisa Baca Tulis, Kini...

Kisah Petani Buah Naga, Sempat Tertipu karena tak Bisa Baca Tulis, Kini...
Samirun, petani buah naga di Arso 14 Kabupaten Keerom saat memanen buah naga dengan menggunakan gunting di lahan buah naga yang terbentang seluas ½ hektar. Foto: Nur Said/Cepos/JPNN.com

Dua orang wanita dengan menggendong balita, menyambut ramah Cenderawasih Pos saat tiba di lokasi.

Setelah menunggu beberapa saat, Samirun pemilik lahan buah naga, tiba bersama dengan ibu Sarah, pimpinan Rumah Pintar (Rumpin) Papua Penuh Damai (Papeda)  yang menjadi pembina masyarakat petani di Arso 14..  

Samirun mengaku, baru beberapa hari lalu memanen untuk memenuhi permintaan supermarket di Kota Jayapura. 

Awalnya, dia enggan untuk memetik buah naga masak yang masih tersisa di kebunnya, lantaran  dia tidak mau mengecewakan langganan supermarket yang sudah rutin membeli buah naganya. 

“Kalau dituruti, banyak yang datang ingin beli dan memetik langsung di sini,” ujarnya. 

Namun karena dibujuk, rombongan Cenderawasih Pos yang sudah jauh-jauh datang, akhirnya Samirun tak tega dan mengantar untuk memetik buah naga di kebunnya sambil menceritakan usaha yang baru digeluti Samirun 2 tahun terakhir ini. 

Pohon buah  naga ini masing-masing tumbuh dan diikat dalam sebatang kayu balok ukuran 10 x 10 cm berdiri setinggi 1,5 meter. 

Di bagian atasnya dipasang  ban bekas bagian luar sepeda motor, untuk menahan juntaian batang tanaman kaktus ini. Beberapa batang  terlihat bunga hijau keputihan, sebagian juga telihat buahnya yang memerah siap panen. 

PARA  petani di daerah transmigrasi Kabupaten Keerom, Papua, khususnya di Arso 14 mulai getol budidaya buah naga. Cara tanam dan perawatan yang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News