Kisah Preman-Preman yang Telah Pensiun (1)

Tobat Jadi Preman karena Malu Sama Mantan Istri

Kisah Preman-Preman yang Telah Pensiun (1)
Kisah Preman-Preman yang Telah Pensiun (1)

“Sering masuk penjara karena terlibat tindak premanisme seperti malak dan memukuli orang,” terangnya. 

Saat pertaruangan antarpreman di Jakarta, kata dia, menggunakan ilmu kanuragan. 

“Jujur kalau zaman saya pada saat memperebutkan wilayah kekuasaan, suka menggunakan ilmu tenaga dalam atau jajaten, karena banyak orang yang menjadi preman di Jakarta asal daerah yang tidak bisa saya sebutkan,” tuturnya.  

Di saat dia tengah berkuasa di salah satu terminal, Mamat menikahi wanita asal Jakarta. Namun kelakuannya masih belum berubah. Bahkan semakin parah. Dia tak hanya  main perempuan, mabuk-mabukan dan berkelahi, tapi berjudi. 

Tak dinyana, sekuat-kuatnya Mamat, dia terserang penyakit TBC. Dia sakit paru-paru. “Sekuat-kuatnya saya tetap pada akhirnya merasa kesakitan oleh penyakit yang tidak diduga akibat pola hidup yang parah,” ungkapnya. 

Istri keduanya pun menyuruhnya pulang ke Karangnunggal karena sudah tidak kuat mengurus Mamat. Apalagi Mamat tidak bisa berbuat apa-apa. “Pada saat itu saya berpikir mungkin sampai sini akhir hidup saya, namun keluarga di kampung membawa pulang dan mengurus saya,” terangnya. 

Pada saat itu mantan istrinya di kampungnya menjenguknya. Mereka tak bertemu lima tahun. Setelah bercerai dengan Mamat, istrinya itu belum menikah lagi. Mereka dikarunia seorang putra. 

Sikap mantan istrinya yang baik itu, membuat Mamat malu. Dia pun bertekad sembuh dari penyakitnya. Dia berobat. Lambat laun penyakitnya sembuh. 

HIDAYAH bisa datang kapan dan kepada siapa saja. Bahkan, seorang preman yang dikenal kejam sekalipun bisa kembali ke jalan yang benar. Banyak dari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News