Kisah Sopir Bus Selamat dari Tabrakan Maut

Kisah Sopir Bus Selamat dari Tabrakan Maut
RINGSEK: Kondisi bus sarat penumpang ringsek di bagian depan pada insiden kecelakaan di Pengaron Kabupaten Banjar, Rabu (31/5) sekira pukul 04.25 Wita dini hari. Foto: Radar Banjarmasin/JPNN

jpnn.com, BANJAR - Jaelani tak henti-hentinya mengucap syukur setelah lolos dari maut.

Dia masih hidup meski Bus Pulau Indah Jaya yang dikemudikannya mengalami tabrakan maut dengan truk kontainer di Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Rabu (31/5) dini hari.

Menurut pria 45 tahun itu, truk kontainer masuk ke jalur lain.

Beruntung, Jaelani berhasil membanting setir ke kiri dan masuk ke hutan di samping jalan.

"Namanya musibah, Mas. Nyawa saja bisa lepas dari raga. Syukurnya saya dan semua penumpang semua selamat," ucapnya kepada Radar Banjarmasin.

Jaelani hanya mengalami keseleo di kaki dan kanan. Beberapa bagian tubuhnya juga lecet.

"Selepas kejadian tadi anak saya sempat nelepon menanyakan kondisi saya. Selain itu, sanak keluarga, teman-teman sesama sopir juga menanyakan kondisi saya. Mereka katanya melihat foto kecelakaan bus saya di Facebook," ujarnya.

Dia mengaku tidak ada firasat apa-apa sepanjang jalan. Dia merasa semuanya normal seperti biasanya.

Jaelani tak henti-hentinya mengucap syukur setelah lolos dari maut.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News