KLHK Membahas Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Lewat Pemanfaatan Limbah B3

KLHK Membahas Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Lewat Pemanfaatan Limbah B3
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Limbah Berbahaya dan Beracun PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati saat membahas pengurangan emisi GRK dari pemanfaatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB atau United Nation Climate Change Conference (COP-28, UNFCCC) pada Conference Of The Parties 28 di Dubai tepatnya di Pavillion Indonesia, Kamis (7/12). Foto: Humas KLHK

Salah satu pendekatan yang perlu dilakukan adalah “ekonomi sirkular” selain 3R, reduce, reuse, dan recycle serta konservasi sumber daya alam.

Melalui Sirkuler ekonomi dilakukan ektraksi limbah B3 yang kemudian digunakan kembali dalam proses produksi sehingga selain dapat menekan penggunaan material juga meningkatkan nilai tambah produksi ataupun sebagai energi.

Berdasarkan data yang dimiliki PSLB3 bahwa dalam Tahun 2022 dari 6.965.909 ton Limbah B3 yang ada, 71 persen telah dimanfaatkan kembali dengan nilai pemanfaatan sebesar kurang lebih Rp 17 triliun yang berasal dari pemanfaatan Limbah B3, subtitusi bahan baku, solven recovery, produk pertanian, metal, copper, kertas, oil serta bahan kimia.

Pemanfaatan Limbah B3 selain dapat menurunkan emisi GRK, mendukung ekonomi sirkular, juga dapat mencegah dampak terhadap lingkungan.

Dirjen Rosa berharap kegiatan ini dapat menginspirasi seluruh pelaku usaha untuk melakukan langkah konkret dalam optimalisasi pemanfaatan limbah untuk mencapai pengurangan emisi Gas Rumah Kaca dan Ekonomi Sirkular.(fri/jpnn)

KLHK mendukung target pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dalam upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News