Klub Harus Siap Jalani Sembilan Pekan Padat di Liga 1

Klub Harus Siap Jalani Sembilan Pekan Padat di Liga 1
COO PT LIB Tigorshalom Boboy saat ditemui usai RUPS. Foto: Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - PT Liga Indonesia Baru tak mau membebani klub dengan jadwal padat selama gelaran Liga 1 2018 yang bergulir mulai 23 Maret mendatang.

Karena itu, masa libur di kompetisi pun dikurangi, hanya menjadi saat Asian Games 2018 Agustus nanti.

Kebijakan tersebut sengaja diambil PT LIB karena melihat klub tertentu juga bisa terkendala dengan jadwal pertandingan akibat adanya pelaksanaan Pilkada di daerahnya.

"Ada beberapa juga yang mungkin menemui masalah di beberapa daerah, karena adanya Pilkada 2018," ungkap COO PT Liga Indonesia Baru Tigorshalom Boboy, usai rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB, Kamis (8/3) di Hotel Sultan, Jakarta.

Sesuai dengan prediksi Tigor, kompetisi Liga 1 2018 bakal padat seiring start yang lambat. Dengan kick-off pada 23 Maret, maka sampai 2 Desember hanya ada 25 pekan untuk dijalani klub.

"Kami hitung ada 25 minggu, kalau estimasi tanggal 23 Maret hingga 2 Desember. Artinya, ada sembilan pekan yang padat. Besok baru kami kasih draft jadwal ke para klub Liga 1," tandasnya.

Pekan padat yang dimaksud Tigor adalah setiap klub harus bertanding sebanyak dua kali dalam satu pekan.

Meski tak begitu ideal, kondisi itu harus dijalani karena lambatnya sinkronisasi jadwal yang dilakukan PSSI, dalam hal ini kesekjenan, dengan PT LIB. (dkk/jpnn)


PT Liga Indonesia Baru tak mau membebani klub dengan jadwal padat selama gelaran Liga 1 2018 yang bergulir mulai 23 Maret mendatang.


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News