Komentar Bahlil Lahadalia Bikin Ramai, Mufti Anam: Tanda Jokowi Sukses, Tetapi Pilpres Harus 2024

Komentar Bahlil Lahadalia Bikin Ramai, Mufti Anam: Tanda Jokowi Sukses, Tetapi Pilpres Harus 2024
Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam. Foto: source for JPNN

"Saya sedikit terusik dengan data, atau bukan terusik, ada sedikit tergelitik dengan datanya Pak Burhan terkait dengan pilpres," kata Bahlil dalam paparan survei Indikator Politik pada Senin (10/1).

Bahlil setuju dengan Burhanuddin Muhtadi bahwa wacana tiga periode harus dihentikan. Namun, soal perpanjangan masa jabatan presiden hingga 2027, Bahlil mengaku tertarik mengomentarinya.

"Hal yang menarik ternyata adalah perpanjangan 2027, kok saya lihat datanya Pak Burhan ini dari bulan ke bulan kok naiknya tinggi untuk orang setuju," katanya.

Bahlil kemudian mengungkapkan pandangan para pengusaha. Dia mengeklaim, dalam konteks peralihan kepemimpinan, para pengusaha berharap penundaan.

"Saya sedikit mengomentari begini, kalau kami mengecek di dunia usaha, rata-rata mereka memang berpikir adalah bagaimana proses demokrasi ini dalam konteks peralihan kepemimpinan, kalau memang ada ruang untuk dipertimbangkan dilakukan proses untuk dimundurkan itu jauh lebih baik," katanya.

"Kenapa? Karena mereka ini baru babak belur dengan persoalan kesehatan. Ini dunia usaha baru mau naik, baru mau naik tiba-tiba mau ditimpa lagi dengan persoalan politik," ujar dia. (*/adk/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

Mufti Anam menilai pernyataan Bahlil Lahadalia adalah bukti keberhasilan kepemimpinan Presiden Jokowi.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News