Komitmen Kemendag Jaga Stabilitas Tahu dan Tempe

Komitmen Kemendag Jaga Stabilitas Tahu dan Tempe
Kemendag akan menjaga stabilitas harga tempe. Foto: Pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah menyatakan akan menjaga kestabilan bahan baku tahu dan tempe di pasaran.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Syailendra menegaskan, pemerintah bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan berkomitmen menjaga harga kedelai impor.

Terutama, menurut dia kestabilan di tingkat pengrajin tahu dan tempe, yakni berkisar harga Rp 9.500 per kilogram.


“Meskipun saat ini terjadi sedikit kenaikan harga kedelai dunia, Kementerian Perdagangan menjamin stok kedelai penyediaan Maret 2021 masih cukup untuk memenuhi kebutuhan industri pengrajin tahu dan tempe nasional dengan harga yang stabil dan terjangkau,” kata Syailendra dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin (1/3).

Dia menyebutkan, kestabilan harga bahan baku akan berdampak pada produk. Ditargetkan harga tahu stabil di kisaran Rp 650 per potong dan harga tempe di kisaran Rp 16 ribu per kilogram.

Dikutip sumber Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia untuk penyediaan Februari 2021 masih berada di kisaran USD 13,71 per bushels dan untuk penyediaan Maret, terdapat kenaikan harga di kisaran +0,8 persen menjadi USD 13,82 per bushels.

Meski demikian, diharapkan harga kedelai dunia dapat segera terkoreksi menurun pada periode selanjutnya.

“Tingginya harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe tersebut merupakan dampak pergerakan harga kedelai dunia sejak pertengahan tahun lalu hingga sekarang,” jelas Syailendra.

Pemerintah menyatakan akan menjaga kestabilan bahan baku tahu dan tempe di pasaran. Simak selengkapnya