Kompol Joko Beber Fakta Mengejutkan Soal Kasus Dugaan Kartel Kremasi, Oh Ternyata

Kompol Joko Beber Fakta Mengejutkan Soal Kasus Dugaan Kartel Kremasi, Oh Ternyata
Petugas saat mengecat peti mati yang rencananya akan dipakai untuk jenazah COVID-19, Jumat (2/7). Foto: Arry Saputra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA BARAT - Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat terus menyelidiki kasus biaya kremasi pasien Covid-19 yang mencapai puluhan juta rupiah di Jakbar.

Saat ini, polisi telah memeriksa tujuh saksi dalam kasus dugaan kartel kremasi yang sempat viral di media sosial tersebut.

"Saat ini kami telah memanggil sebanyak tujuh orang saksi terkait kasus dugaan praktik kartel kremasi yang sempat viral di Jakarta Barat," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo, Jumat (23/7).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono memerinci, ketujuh orang saksi yang diperiksa itu yakni dua orang pengelola Yayasan Mulia di Jakbar.

Satu orang pengelola Krematorium Mulia di Karawang, satu orang pembuat narasi viral, dan tiga orang saksi terkait lainnya.

Hasil pemeriksaan sementara, polisi memperoleh adanya dugaan dugaan praktik percaloan.

"Masing-masing berdiri sendiri (pribadi perorang) tidak terorganisir seperti kartel. Mereka modusnya menaikkan harga dengan motif memperoleh keuntungan," ujar Joko.

Polisi juga telah mengkonfirmasi baik penyebar narasi bernama Martin dengan foto nota dari Astrid 

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat terus menyelidiki kasus biaya kremasi pasien Covid-19 yang mencapai puluhan juta rupiah di Jakbar