JPNN.com

Konon Calon Kapolri Idham Azis Punya Keluarga Sakinah Mawadah Warrahmah

Rabu, 30 Oktober 2019 – 12:50 WIB Konon Calon Kapolri Idham Azis Punya Keluarga Sakinah Mawadah Warrahmah - JPNN.com
Calon Kapolri Komjen Idham Azis didampingi istrinya, Fitri Handari saat menerima kunjungan Komisi III DPR di rumahnya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/10). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Komisi III DPR merampungkan kunjungan ke rumah calon Kapolri Komjen Idham Azis di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (30/10). Kunjungan itu merupakan bagian dari uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon Kapolri.

Selama kurang lebih satu setengah jam, komisi yang membidangi hukum, hak asasi manusia dan keamanan itu mewawancarai Idham yang didampingi istrinya, Fitri Handari serta anak-anaknya. Wawancara dilakukan di ruang utama rumah Idham di Jalan Panglima Polim III, Jakarta Selatan.

Wartawan hanya diizinkan memantau proses wawancara itu melalui layar televisi di teras rumah Idham. Ada perangkat tata suara untuk memudahkan wartawan menyimak wawancara tersebut.

Usai pertemuan, Ketua Komisi III DPR Herman Herry mengatakan wawancara itu difokuskan pada persoalan keluarga dan kehidupan pribadi Idham. Legislator PDI Perjuangan itu mengatakan, Komisi III DPR mengonfirmasikan informasi yang bersifat pribadi langsung kepada Idham selaku calon tunggal Kapolri.

"Mohon izin, mohon maaf, kenapa kami sampai masuk ke persoalan pribadi, karena ini sudah menjadi tradisi di dalam fit and proper test setiap calon Kapolri. Ada banyak hal-hal pribadi yang ingin kami tahu lebih jauh," ujar Herman didampingi para anggota Komisi III DPR di kediaman Idham, Rabu (30/10).

Herman menjelaskan, hal-hal pribadi yang ditanyakan antara lain kehidupan keluarga Idham, istri maupun putra-putrinya. "Semua itu kami pengin kenalan," tegasnya.

Komisi III DPR, kata Herman, bertanya soal cara Idham mendidik keluarga dan anak-anak. Tak hanya itu, Komisi III DPR juga menanyakan  sejauh mana peran istri Idham ketika polisi kelahiran 30 Januari 1963 itu memimpin Polri.

"Ini hal-hal sensitif yang kami ikut pertanyakan tadi," jelasnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...