Korban Pemerkosaan Sempat Telepon Ibunya: Takut Bu, Saya Lagi Dikurung Dalam Rumah

Korban Pemerkosaan Sempat Telepon Ibunya: Takut Bu, Saya Lagi Dikurung Dalam Rumah
Orang tua SL didampingi Kepala Desa Walayap, Kecamatan Gedongtataan, Ismed Inanu memberikan keterangan terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dialami remaja putrid itu, Kamis (19/12). FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

jpnn.com, PESAWARAN - Gadis belia berinisial SL, 17, korban pemerkosaan sekelompok pemuda di Kabupaten Pesawaran, Lampung, ternyata sempat berkomunikasi dengan keluarganya saat disekap pelaku dalam sebuah rumah.

Hal itu terungkap dari keterangan Sa, 49, ibu SL kepada pihak kepolisian, bahwa Sabtu malam (14/12), sang anak sempat menghubungi kakaknya.

”Anak saya diam-diam telepon ke kakaknya dan bilang kalau dia disekap. Minta tolong. Takut bu, takut bu. Saya lagi dikurung dalam rumah,” kata Sa menirukan ucapan SL saat itu.

SL juga mengaku, pelaku yang memerkosanya memberi uang kepada Rizki, pemuda yang dikenalnya melalui Facebook dan membawanya ke sebuah rumah di kawasan Pasar baru, Kecamatan Kedondong, Jumat (13/12).

”Mereka memberi uang kepada Rizki. Selain itu, uang anak saya ikut diambil,” ujarnya.

Dilanjutkan, Agus, pelaku lain juga mengancam SL. ”Dia bilang kalau dia dukun. Kemudian mengancam akan menyantet anak saya kalau lapor polisi. Agus itu yang punya rumah di Pasar Baru,” urainya.

Sa pun berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Kemudian para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Terlebih, SL trauma akibat peristiwa itu.

”Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Saya nggak terima anak saya diperlakukan seperti ini. Sekarang ini anak saya masih trauma, belum bisa diajak ngobrol,” tandasnya

Gadis belia berinisial SL, 17, korban pemerkosaan sekelompok pemuda di Kabupaten Pesawaran, Lampung, ternyata sempat berkomunikasi dengan keluarganya saat disekap pelaku dalam sebuah rumah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News