Korban Teror di Masjid Selandia Baru: Saya Kulit Putih dan Bangga Jadi Muslim

Korban Teror di Masjid Selandia Baru: Saya Kulit Putih dan Bangga Jadi Muslim
51 orang jamaah salat Jumat yang tewas ditembak oleh terdakwa teroris Brenton Tarrant di dua masjid di Kota Chrictchurch pada 15 Maret 2019. (Istinewa: RNZ)

Nathan mengaku keimanannya pada Islam justru semakin kukuh sejak serangan itu. Namun ia juga mengaku kesulitan tidur.

Bangga pada suami pemberani

Korban Teror di Masjid Selandia Baru: Saya Kulit Putih dan Bangga Jadi Muslim Photo: Ambreen bersama suaminya Naeem Rashid yang tewas dalam serangan teror di Christchurch. (Supplied: Ambreen Naeem)

 

Ambreen Naeem, yang suaminya Naeem Rashid dan anak mereka Talha Naeem, 21 tahun, tewas dalam serangan turut memberikan keterangan yang dibacakan oleh petugas pengadilan.

Ambreen, 45 tahun yang kini hidup menjanda menyebut penderitaannya ini akan dijalaninya seumur hidup.

"Sejak suami dan anakku meninggal dunia, saya tak pernah lagi bisa tidur nyenyak," ujarnya.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum Barnaby Hawes dalam persidangan menyebutkan Naeem Rashid sebagai pemberani yang maju menyergap pelaku, sehingga banyak jamaah lain yang bisa selamat.

Atas aksi heroiknya Naeem telah dianugerahi bintang tanda jasa tertinggi di Pakistan.

"Naeem orang paling berani di dunia ini," ujar Ambreen.

Persidangan terdakwa teroris Brenton Harrison Tarrant memasuki hari ketiga, Rabu (26/08), untuk mendengarkan keterangan saksi korban

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News