Korut Makin Getol Tes Rudal, China Malah Minta PBB Ringankan Sanksi

Korut Makin Getol Tes Rudal, China Malah Minta PBB Ringankan Sanksi
Rudal hipersonik Hwasong-8 yang baru dikembangkan diuji coba di Toyang-ri, Ryongrim, Jagang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis pada Rabu (29/9/2021) oleh Kantor Berita Korut KCNA. Foto: ANTARA/KCNA via Reuters/as

Korea Utara secara formal dikenal sebagai DPRK (Democratic People's Republic of Korea).

DK-PBB sudah mengizinkan pemberian bantuan kemanusiaan. Seorang penyelidik hak asasi PBB bulan lalu menyerukan agar sanksi diperingan karena selama pandemi Korut makin terisolasi sehingga terancam kelaparan.

Negara itu telah lama menderita kerawanan pangan. Para pengamat melihat hal itu sebagai dampak dari salah urus ekonomi yang diperparah oleh sanksi dan pandemi.

Sebelum dikenai sanksi, Korut meraup ratusan juta dolar dari ekspor sejumlah komoditas.

Ekspor tersebut kemudian dilarang pada 2016 dan 2017 untuk memotong anggaran program rudal dan nuklir Korut.

Korut melanggar sanksi PBB dengan terus mengembangkan program persenjataan selama paruh pertama 2021 meski kondisi ekonominya memburuk, demikian menurut laporan pengawas sanksi PBB pada Agustus. (ant/dil/jpnn)

China dan Rusia mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) untuk meringankan sanksi terhadap Korea Utara.


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News