KPK Jerat Irwandi, Eks Kombatan GAM Beri Warning ke Jokowi

KPK Jerat Irwandi, Eks Kombatan GAM Beri Warning ke Jokowi
Gubernur NAD Irwandi Yusuf (berkemeja putih) saat tiba di KPK, Rabu (4/7). Foto: Issak Ramadhan/JawaPos.com

jpnn.com, BANDA ACEH - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Rafiq Sabri berencana menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rencana Sabri didasari persoalan Gubernur Nangroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf yang menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sabri mengatakan, penahanan Irwandi bisa membuat Aceh bergejolak lagi. Menurutnya, potensi gejolak di provinsi berjuluk Serambi Mekah itu bisa dicegah jika Irwandi dilepaskan dari tahanan KPK.

"Dalam hal penangkapan Irwandi Yusuf ini dapat berimbas pecahnya konflik kembali di Aceh. Kami mendukung kinerja KPK dalam memberantas Korupsi di Aceh, namun dalam pelaksanaannya harus memperhatikan hal-hal khusus yang berlaku di Aceh," kata Sabri dalam pesan elektroniknya ke media, Selasa (17/7).

Baca juga: KPK Tahan Gubernur Aceh, Begini Ancaman Eks Tokoh GAM

Tokoh Aceh yang dikenal dengan sebutan Panglima Yatim itu menegaskan, Irwandi tak terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Menurutnya, KPK menjemput paksa Irwandi dengan melibatkan kendaraan lapis baja seperti halnya penangkapan teroris.

KPK Jerat Irwandi, Eks Kombatan GAM Beri Warning ke Jokowi
Eks kombatan GAM Rafiq Sabri alias Panglima Yatim. Foto: istimewa for JPNN

Padahal, kata Sabri, ketua umum Partai Nangroe Aceh itu sedang beristirahat di Pendopo Gubernur Aceh. Sabri pun meyakini tak ada barang bukti tentang keterlibatan Irwan dalam kasus suap.

Sabri menambahkan, mantan menteri propaganda GAM itu menjadi harapan bagi banyak anak-anak Aceh yang yatim piatu. "Irwandi Yusuf juga diakui sebagai ayahnya anak-anak yatim oleh sebagian besar warga Aceh. Beliau (Irwandi Yusuf) juga sebagai tokoh idola dan tokoh perdamaian Aceh," ujarnya.

Eks kombatan GAM Rafiq Sabri menyatakan, Irwandi Yusuf telah menjadi tokoh yang dianggap sebagai ayah bagi anak-anak yatim di Aceh, sekaligus tokoh perdamaian.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News