KPK Periksa Formula E, Lawan Politik Anies Pasti Manfaatkan Itu

KPK Periksa Formula E, Lawan Politik Anies Pasti Manfaatkan Itu
DKI Jakarta resmi menjadi tuan rumah balap ABB FIA Formula E 2022 mendatang. Foto: Facebook

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga mengulik pemeriksaan anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait rencana penggunaan dana Formula E tahun 2022.

Menurut Jamiluddin, selama proses pemeriksaan akan dimanfaatkan oleh lawan-lawan politiknya dan para buzzer tertentu untuk menyudutkan Anies.

"PDIP dan PSI merasa mendapat angin untuk terus-menerus menyudutkan Anies," kata Jamiluddin kepada JPNN.com, Minggu (7/11).

Dosen Universitas Esa Unggul itu menjelaskan PDIP dan PSI seolah mendapat pembenaran atas tindakannya melayangkan interpelasi yang ditolak mayoritas Fraksi DPRD DKI Jakarta.

Dia juga menyebutkan para buzzer bayaran yang berseberangan dengan Anies mendapat peluru politik dengan masuknya KPK memeriksa Formula E.

"Buzzer bayaran ini akan terus membombardir Anies dengan peluru seolah-olah Anies sudah melakukan korupsi dalam kasus Formula E," lanjutnya.

Jamiluddin menyatakan pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap anak buah Anies Baswedan tentu akan berpengaruh pada elektabilitas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu yang digadang-gadang menjadi calon presiden pada Pilpres 2024.

"Peluang Anies pada pilpres 2024 bahkan akan tertutup bila hasil pemeriksaan KPK menunjukkan ada indikasi keterlibatannya dalam penyalahgunaan dana Formula E," jelasnya.

Lawan politik Anies Baswedan akan terus memanfaatkan pemeriksaan KPK terhadap Formula E untuk menyudutkan mantan Mendikbud itu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News