KPPI Kejar Target Kuota Perempuan di Senayan, Semoga Berhasil

KPPI Kejar Target Kuota Perempuan di Senayan, Semoga Berhasil
Dari kiri: Sekjen KPPI Lis Dedeh, Ketua Presidium KPPI Kanti W. Janis, Ketua Presidium KPP-RI Diah Pitaloka, Deputi Kesetaraan Gender KPPPA Lenny Rosalin, Presidium KPPI Saniatul Lativa. Foto: dok.KPPI

Ketua Presidium KPPI Tahun 2021-2022 Kanti W. Janis dalam sambutannya mengatakan KPPI akan bergerak untuk memperjuangkan visi serta misi KPPI menjadi garda terdepan untuk representasi dan perjuangan perempuan.

“KPPI akan berjalan dengan baik apabila kita (KPPI) dapat menjalankan pilar organisasi dengan baik. Ideologi KPPI adalah memperjuangkan nilai-nilai kesetaraan, keadilan, kesatuan, hingga solidaritas terhadap perempuan,” ujarnya.

Mewakili Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA RI Lenny Rosalin mengatakan KPPI adalah wadah berhimpun dan berjuang bagi kaum perempuan lintaspartai politik di Indonesia.

Tujuannya untuk memperjuangkan kepentingan perempuan, khususnya di bidang politik yang mengedepankan kesetaraan, solidaritas dan persaudaraan.

Dia mengatakan perjuangan perempuan memiliki hak dalam politik merupakan sejarah panjang bahkan sebelum Indonesia merdeka.

“Dimulai dari Kongres Perempuan ketiga dan keempat hingga akhirnya saat Indonesia merdeka, pada UUD 1945 pertama kali disebutkan bahwa semua warga negara berkedudukan sama di depan hukum,” tegas Lenny.

Menteri PPPA RI dalam sambutannya melalui video juga menambahkan mengenai program Desa Ramah Perempuan dan Perlindungan Anak di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

“Perempuan sudah mulai berani bicara, sudah masuk BPDes, di mana selama ini tidak pernah ada perempuan di sana. Peningkatan perempuan di desa, mulai dari tingkat akar rumput harus terus didorong sehingga terwujud kualitas dan kuantitas perempuan di seluruh Indonesia,” ungkapnya. (esy/jpnn)

Dewan Pengurus Pusat Kaukus Perempuan Politik Indonesia atau KPPI berupaya agar kuota perempuan di DPR bisa terpenuhi, yakni 30 persen.


Redaktur : Soetomo
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News