JPNN.com

Krakatau Steel Merugi karena Serbuan Baja Tiongkok

Selasa, 02 Juli 2019 – 22:50 WIB Krakatau Steel Merugi karena Serbuan Baja Tiongkok - JPNN.com

jpnn.com, CILEGON - PT Krakatau Steel (KS) melakukan restrukturisasi pada struktur organisasi perusahaan dan sumber daya manusia (SDM). Upaya itu demi menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.

Manager Security and General Affair PT KS Edji Djauhari menjelaskan, perusahaan sedang mengalami persoalan pelik yang membuat melakukan restrukturisasi. PT KS mengalami kerugian selama tujuh tahun berturut-turut. Kondisi perusahaan seperti itu disebabkan faktor eksternal dan internal.

Dari sisi eksternal, kata Edji, serbuan baja impor asal Tiongkok menjadi penyebab memburuknya kondisi perusahaan. Banyaknya jumlah baja impor membuat produk PT KS sulit berkompetisi di pasar.

BACA JUGA: Ratusan Buruh Krakatau Steel yang Di-PHK Menuntut Kejelasan

“Ini tidak hanya berdampak di Indonesia saja, tapi juga Asia,” ujar Edji seusai pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon dengan perwakilan PT KS dan serikat buruh di kantor Wali Kota Cilegon. Pertemuan membahas ancaman PHK terhadap 1.300 buruh PT KS.

Sementara dari sisi eksternal antara lain lilitan utang, sejumlah investasi yang meleset dari target, dan berhenti beroperasinya sejumlah unit produksi.

Kata Edji, saat ini PT KS terlilit utang Rp 40 triliun terhadap sejumlah kreditur. Perusahaan harus membayar cicilan utang bersama dengan bunganya.

Di sisi lain, kinerja perusahaan tidak semakin membaik bahkan salah satu unit produksi yaitu long product telah berhenti beroperasi.

PT KS memperhitungkan dua bulan ke depan, pada Agustus mendatang sejumlah unit lain akan menyusul berhenti. Antara lain blust furnace, sinter plant, direct reduction, dan slab steel plant.

BACA JUGA: Krakatau Steel PHK Ribuan Buruh

Edji melanjutkan, aset pada unit-unit produksi yang berhenti beroperasi akan dikerjasamakan dengan pihak lain. Dengan demikian beban produksi tidak menjadi tanggung jawab PT KS sehingga persoalan keuangan bisa diminimalkan.

Restrukturisasi dengan cara merampingkan organisasi perusahaan, struktur utang serta SDM, manajemen meyakini kinerja perusahaan akan lebih baik.

“Tapi usulan-usulan yang masuk dalam pertemuan ini akan saya sampaikan pada direksi,” ujarnya. (bay)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...