Jumat, 14 Desember 2018 – 21:58 WIB

Kritik Fadli Zon untuk Pidato Jokowi Sitir Game of Thrones

Sabtu, 13 Oktober 2018 – 18:58 WIB
Kritik Fadli Zon untuk Pidato Jokowi Sitir Game of Thrones - JPNN.COM

Presiden Joko Widodo dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam sebuah pertemuan konsultasi pimpinan lembaga tinggi negara pada 2015. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik pidato Presiden Joko Widodo yang mengutip kisah Game of Thrones pada pleno Annual Meeting International Monetary Fund (IMF) & World Bank (WB) di Bali, Jumat (12/10). Meski pidato presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu menuai pujian, Fadli justru menganggapnya sebagai bentuk kelemahan.

Fadli mengatakan, Jokowi dalam salah satu kalimat di pidatonya menyatakan, “Kami bergantung pada Bapak Ibu semuanya, para pembuat kebijakan moneter dan fiskal dunia untuk menjaga komitmen kerja sama global”. Menurut Fadli, tidak semestinya Jokowi menyampaikan kalimat seperti itu.

“Pernyataan tersebut justru menunjukan sikap sebagai pemimpin negara yang lemah. Sebagai tuan rumah, mestinya posisi Indonesia diuntungkan untuk dapat menyampaikan masukan serta kritik terhadap IMF,” ujar Fadli melalui pesan WhatsApp ke JPNN, Sabtu (13/10).

Selain itu, Fadli juga menilai analogi serial Gamf Of Thrones untuk menggambarkan situasi global saat ini juga tak relevan. Bahkan, kata Fadli, Presiden Ketujuh RI itu malah mempertontonkan posisi Indonesia yang lemah di tengah perekonomian global.

“Jadi, apa yang patut diapresiasi dari pidato tersebut?” ucap Fadli.

Wakil ketua umum Partai Gerindra itu menambahkan, ada dua hal penting yang jadi sorotannya terkait pidato Presiden Jokowi di depan Annual Meeting IMF-WB. Pertama, kata Fadli, pidato Presiden Jokowi di forum internasional itu menyiratkan kecemasan akut.

“Sangat disayangkan di forum tersebut, sikap mental yang dipertontonkan Presiden Jokowi justru inferior yang mengemis belas kasihan negara besar. Di sisi lain, pidato tersebut justru menunjukkan pemerintah Indonesia sedang tak percaya diri dengan arah kebijakannya dalam mengatasi kondisi rupiah yang terus terdepresiasi,” tuturnya.

Kedua, posisi Indonesia sebagai tuan rumah harusnya bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan kritik langsung kepada IMF. Apalagi Jokowi secara terbuka pernah mengkritik IMF saat membuka Konferensi Asia Afrika pada April 2015.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar