Kritik Kepala BPOM, Saleh: Punya Orang Dipermudah, Milik Anak Bangsa Dipersulit

Kritik Kepala BPOM, Saleh: Punya Orang Dipermudah, Milik Anak Bangsa Dipersulit
Saleh Partaonan Daulay. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA -  Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menagih janji Kepala BPOM Penny Lukito tentang izin edar Vaksin Merah Putih. 

Menurut Saleh, Penny Lukito pernah berjanji bahwa emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin karya anak bangsa itu keluar pada akhir 2021.

"Cuma sekarang dari bau-baunya tidak ada. Dari penjelasan ibu, masih ada uji klinis," kata Saleh Partaonan Daulay saat rapat  kerja Komisi IX DPR dengan BPOM di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (25/8).

Saleh heran EUA untuk Vaksin Merah Putih sulit keluar dari BPOM. 

Di sisi lain, vaksin impor yang dipakai menanggulangi pandemi Covid-19 mudah turun.

"Punya orang lain dipermudah, punya kita sendiri dipersulit. Makanya, Vaksin Merah Putih enggak lahir-lahir," tutur Saleh.

Menurut dia, pengadaan vaksin demi menanggulangi pandemi Covid-19 masih berbasis impor.

Saleh bahkan mendengar anggaran pengadaan vaksin impor Rp 70 triliun selama setahun.

Saleh Partaonan Daulay menagih janji Kepala BPOM Penny Lukito mengeluarkan EUA vaksin Merah Putih. Saleh heran, vaksin milik orang lain dipermudah, tetapi karya anak bangsa dipersulit.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News