KTT G7 Lahirkan Cita-Cita Dunia Tanpa Senjata Nuklir

KTT G7 Lahirkan Cita-Cita Dunia Tanpa Senjata Nuklir
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida (kanan) mempersilakan Presiden RI Joko Widodo untuk duduk ketika kedua pemimpin melakukan pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Hiroshima, Jepang, Sabtu (20/5/2023). Foto: ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden RI/pri

jpnn.com, HIROSHIMA - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Minggu menggaungkan pencapaian KTT G7 di Hiroshima, dengan mengatakan bahwa para pemimpin dari negara dengan ekonomi maju itu sepakat untuk membangun dunia bebas senjata nuklir.

KTT G7 selama tiga hari di Hiroshima digelar di tengah kekhawatiran kemungkinan Rusia untuk menggunakan senjata nuklir dalam perangnya yang sedang berlangsung di Ukraina.

G7 adalah organisasi tujuh negara terbesar dengan ekonomi maju di dunia, yang beranggotakan Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Jepang, Kanada, ditambah Uni Eropa.

Dalam jumpa pers usai KTT, Kishida menekankan bahwa para pemimpin G7 memiliki kesamaan terhadap apa yang dia sebut sebagai sasaran "idealistis" untuk membebaskan dunia dari persenjataan nuklir.

Dia menambahkan bahwa ancaman penggunaan senjata nuklir "tidak dapat diterima".

Sejak memutuskan untuk menjadi tuan rumah KTT di Hiroshima, Kishida telah menyuarakan keinginannya untuk membuka jalan mewujudkan visinya tentang dunia bebas nuklir bersama-sama dengan para pemimpin G7 lainnya, termasuk tiga negara dengan kekuatan nuklir; Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

G7 telah mencapai konsensus tentang pentingnya catatan 77 tahun tanpa senjata nuklir--sejak serangan bom atom di Hiroshima.

Kishida menegaskan kembali bahwa tidak ada pemenang dalam perang nuklir.

KTT G7 di Hiroshima digelar di tengah kekhawatiran Rusia akan menggunakan senjata nuklir dalam perangnya di Ukraina

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News