Minggu, 20 Januari 2019 – 09:36 WIB

Kubu Jokowi Minta Prabowo Tidak Menyampaikan Narasi Negatif

Senin, 14 Januari 2019 – 16:33 WIB
Kubu Jokowi Minta Prabowo Tidak Menyampaikan Narasi Negatif - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin (TKN Jokowi - Ma'ruf) mengharapkan Prabowo Subianto tidak menyampaikan narasi negatif dalam pidato kebangsaannya yang bertajuk Indonesia Menang pada Senin (14/1) malam.

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding memprediksi, Prabowo akan membangun narasi-narasi pesimistis dalam pidato kebangsaannya. Menurutnya, Prabowo akan mencoba menakuti masyarakat untuk tidak memilih pada Pemilihan Serentak 17 April 2019 mendatang

“Tidak lagi baik untuk selalu membangun narasi-narasi pesimistis bahkan kadang-kadang ketakutan di tengah-tengah rakyat. Oleh karena itu akan mendorong masyarakat untuk tidak semangat menggunakan hak politiknya, mendorong untuk tidak semangat berpartisipasi politik,” kata Karding.

Selain itu, Karding menjelaskan pidato kebangsaan Prabowo tak lain adalah penyampaian visi-misi yang telah diubah. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mengubah visi-misi yang mereka lakukan disebabkan oleh penyesuaian dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2019-2024 teknokratis yang dirancang oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

“Sebenarnya pada perkenalan visi-misi karena perubahan visi-misi sebelumnya. Yang tidak diyakini sendiri oleh beliau,” ujar Karding.

Prabowo akan menggelar acara pidato kebangsaan di Gedung Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (14/1/2019) mulai pukul 19.00. Calon wakil presiden nomor urut dua Sandiaga Uno menerangkan, Prabowo akan menjabarkan visi-misi mereka di pemilihan presiden 2019.

Kedua paslon menggelar acara pemaparan visi-misi secara mandiri dengan format sendiri. Terutama setelah Komisi Pemilihan Umum batal menggelar acara yang sedianya digelar 9 Januari 2019 itu. Pembatalan acara penyampaian visi-misi yang difasilitasi KPU batal, lantaran kedua kubu tak mencapai kesepahaman terkait mekanisme penyampaian.(tan/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar