JPNN.com

Kunjungi Kader di Aceh, Hasto Singgung Isu PDIP Anti-Islam

Minggu, 08 September 2019 – 21:36 WIB Kunjungi Kader di Aceh, Hasto Singgung Isu PDIP Anti-Islam - JPNN.com
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membuka pembekalan kadernya di Aceh, Minggu (8/9). Foto: Fathan Sinaga

jpnn.com, BANDA ACEH - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta kadernya di Aceh untuk menjadi pelopor kemajuan bagi Indonesia. Hal ini disampaikan Hasto saat DPP PDI Perjuangan menggelar pembekalan kadernya di Aceh, Minggu (8/9).

"Saat negara-negara lain, seperti India sudah berangkat ke Mars, kita masih berkutat dalam masalah masing-masing. Karena itu, kita tak boleh kalah, harus maju, mulai dari Aceh inilah Indonesia menunjukkan kemajuan," kata Hasto dengan penuh semangat kepada para kader banteng di Banda Aceh.

Di depan sekitar 1000-an kader yang tergabung di acara itu, Hasto menyatakan Aceh sebagai ujung daerah penjaga Pancasila. Dari Serambi Mekah itu, rakyat Aceh harus melahirkan tokoh-tokoh yang punya prinsip yang kokoh tentang persatuan dan kemajuan yang progresif seperti semangat Bung Karno.

"Karena itulah, setelah melakukan upaya rekrutmen seluruh kepengurusan partai dengan pendekatan khusus, di mana di dalam rekrutmen menerapkan metode Harrison Analsyis, maka tiba saatnya kami mengisi struktur dan struktural ini dengan langkah-langkah organisatoris," kata Hasto.

BACA JUGA: Gembleng Kader Banteng di Aceh, Sekjen PDIP Berorasi soal Bakar Kemenyan dan Kerja Keras

Politikus Yogyakarta ini juga mendorong para kadernya untuk melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh setempat Aceh dan partai lokal. Hasto menginginkan para kadernya mengedepankan semangat persaudaraan dengan seluruh lapisan masyarakat Aceh.

"Kita mengharapkan PDI Perjuangan menjadikan jembatan yang baik antara pemerintah pusat dengan masyarakat Aceh," kata Hasto.

Di samping itu, Hasto juga menginginkan pada pemilu yang akan datang, DPD Aceh PDIP mengirimkan satu perwakilannya ke Senayan. Hal ini untuk menyempurnakan Aceh dengan mengirimkan perwakilannya lewat PDIP ke DPR RI.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...