Rabu, 19 Desember 2018 – 02:43 WIB

Kurs USD Menguat, PAD dari Retribusi TKA Lampaui Target

Minggu, 11 November 2018 – 22:37 WIB
Kurs USD Menguat, PAD dari Retribusi TKA Lampaui Target - JPNN.COM

jpnn.com, BULELENG - Kenaikan nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah membawa berkah tersendiri bagi Kabupaten Buleleng. Penyebabnya, pendapatan asli daerah (PAD) salah satu kabupaten di Bali itu terkerek oleh kenaikan kurs USD.

Kenaikan PAD itu diperoleh dari retribusi izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA). Dari target dalam APBD 2018 yang dipatok Rp 1,2 miliar, hingga kini sudah mencapai Rp 1,96 miliar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng Ni Made Dwi Priyanti mengatakan, nilai kurs USD yang dipatok dalam APBD adalah USD 13.000. Sementara sepanjang 2018 ini nilai USD mengalami kenaikan melebihi asumsi dalam APBD, bahkan mendekati Rp 15.000.

“Salah satu faktor yang menyebabkan retribusi IMTA di atas target salah satunya ya karena nilai tukar rupiah melemah. Asumsi kami kan enggak sampai angka Rp 14.000. Ternyata sampai di angka itu, makanya ada kenaikan,” ujar Dwi.

Selain itu, kata Dwi, Disnaker Buleleng juga terus melakukan verifikasi atas dokumen rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA). Sebab, Disnaker beberapa kali menemukan penggunaan TKA yang tak sesuai RPTKA.

Akibatnya, retribusi IMTA tidak masuk ke PAD Pemkab Buleleng. Beberapa TKA justru membayar retribusi ke provinsi bahkan ke pemerintah pusat.

Dwi menambahkan, tenaga kerja asing yang bekerja lintas provinsi, harus membayar retribusi ke pusat. Sementara yang lintas kabupaten, harus membayar ke pemerintah provinsi.

“Pernah kami temukan pekerja di PLTU Celukan Bawang, IMTA-nya itu lintas kabupaten. Ada yang Buleleng-Karangasem, ada yang Buleleng-Tabanan. Faktanya kan PLTU itu hanya ada di Buleleng. Kami minta dokumennya diperbaiki, akhirnya sekarang IMTA-nya sudah masuk ke Buleleng,” jelas Dwi.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar