Kutim Terbuka untuk Transmigran

Kutim Terbuka untuk Transmigran
Kutim Terbuka untuk Transmigran
SANGATTA – Permasalahan terkait dugaan pengusiran yang dilakukan oleh warga lokal terhadap sejumlah transmigran asal daerah Jawa Timur (Jatim) kini telah terselesaikan. Belajar dari pengalaman tersebut, Pemkab Kutim ke depannya akan lebih meningkatkan identifikasi dan koordinasi secara menyeluruh sebelum menerima sejumlah warga transmigran dari luar daerah.

 

“Kutim masih terbuka bagi warga dari daerah manapun. Jadi pada intinya sekarang, apa yang sudah terjadi beberapa waktu lalu patut menjadi pelajaran bagi kita semuanya. Sehingga ke depannya, permasalahan seperti ini tidak terjadi lagi,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Abdullah Fauzi.

Menurutnya, langkah Pemkab Kutim melakukan identifikasi secara menyeluruh bertujuan untuk menyiapkan segala sesuatunya sebelum menjalankan program tranmigrasi. Persiapan yang dilakukan melalui seleksi Transmigran Penduduk Asal (TPA) atau Transmigrasi Penduduk Setempat (TPS). Selain itu juga untuk mempersiapkan lokasi lahan yang nantinya akan ditempati para transmigran.

Fauzi juga menambahkan seluruh persiapan patut ditunjang dengan koordinasi sinkronisasi yang baik antarsemua lini. Tidak hanya antara pemerintah kabupaten dengan masyarakat saja, namun juga dengan pemerintah provinsi. Dengan demikian tidak terjadi lagi miskomunikasi dalam menyikapi persoalan yang muncul. “Jika semua hal penting ini sudah terlaksana, maka program transmigrasi ini pasti bisa berjalan lancar,” lanjutnya.

SANGATTA – Permasalahan terkait dugaan pengusiran yang dilakukan oleh warga lokal terhadap sejumlah transmigran asal daerah Jawa Timur (Jatim)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News