Lahan Marginal di Bondowoso Produktif Berkat Embung dan Irigasi Tersier

Lahan Marginal di Bondowoso Produktif Berkat Embung dan Irigasi Tersier
Foto: Kementan

"Di sini bisa sampai tiga kali tanam setahun. Padi-padi-jagung atau padi-padi-padi. Pokoknya petani semakin antusias adanya embung ini," sebutnya.

Untuk rehabilitasi jaringan irigasi tersier di Desa Sempol, Bagus menuturkan dilakukan swakelola oleh HIPPA Sido Mulyo dengan panjang saluran 130 meter.

Pergiliran air yang masuk ke jaringan irigasi tersier dilakukan dengan aturan 8 hari mengalir, 2 hari mati.

"Alhamdulilah dengan bantuan pompa. Meskipun air mati, petani masih bisa memasukkan air ke irigasi," tutur Bagus.

JIT tersebut bisa mengairi sawah dengan luasan 90-105 hektare. Daerah Irigasi (DI) yang mengalir kesini adalah DI Sampean Baru.

Kasubdit Iklim Konservasi Air dan Lingkungan Hidup Ditjen PSP Andi Halu mengapresiasi embung dan RJIT yang sudah dibangun dan dirasakan manfaatnya di Kab. Bondowoso.

Saat ini tinggal bagaimana masyarakat dan pengelola embung bisa merawat infrastruktur air ini agar bisa semakin optimal dalam pemanfaatannya untuk pertanian.

"Bisa menaikkan IP satu kali dari yang hanya satu kali menjadi dua kali setahun bisa juga tiga kali. Tolong infrastruktur ini dijaga bersama demi kesejahteraan petani," tuturnya. (adv/jpnn)


Lahan marginal harus bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat untuk pertanian. Salah satunya di Bondowoso, Jawa Timur. Embung dan saluran irigasi tersier sangat diharapkan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News