Lambatnya Kereta Cepat

Lambatnya Kereta Cepat
Dahlan Iskan menikmati perjalanan dengan kereta api yang berhenti menjelang tiba di Rocky Mountains. Foto: Disway

Maret 2013 dua tokoh DPR kirim surat. Nama mereka menakutkan: Paul Ryan dan Jeff Session.

Ryan kelak jadi ketua DPR. Isi surat: lampu hijau itu harus dimerahkan. Pemerintah pusat tidak menyetujui pinjaman itu. Terlalu besar.

Sudah terlanjur pernah ada lampu hijau lain. Diberikan ke proyek kereta cepat jurusan San Fransisco – Los Angeles. Yang lebih dulu mengajukan.

Kalau permintaan Las Vegas dipenuhi maka daerah lain tidak kebagian. Dana rehabilitasi itu akan tercurah semua ke pantai barat. Dapil Paul Ryan dari Wisconsin. Belahan Midwest.

Las Vegas tidak menyerah. Masih ada akal. Terobosan pun dicari. Proyek ini sudah tertunda 10 tahun.

Tiongkok tiba-tiba sudah menyalib di tikungan. Dalam sekejap. Punya 25.000 km jalur kereta cepat. Sedang proyek Las Vegas ini hanya 300 km. Bahkan yang di Tiongkok sudah berupa kereta peluru.

Proyek Las Vegas itu enteng. Hanya direncanakan berkecepatan 210 km/jam. Di Tiongkok hanya disebut dong ce. Bukan gao tie yang berkecepatan 300 km/jam.

Maka Tiongkok pun dagang lampu hijau. Siap membangunnya. Termasuk memberikan pinjaman. Beres.

Tiongkok tiba-tiba sudah menyalib di tikungan. Dalam sekejap punya 25.000 km kereta cepat. Sedang proyek Las Vegas - Los Angeles hanya 300 km.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News