Lapor Polisi, Megawati Cerita, Putrinya Pernah Bilang begini

Lapor Polisi, Megawati Cerita, Putrinya Pernah Bilang begini
dr Rica digandeng suami saat tiba di Polda DIJ, Senin (11/1). Foto: Rizal Setyo Nugroho/Radar Jogja

“Pengurus Gafatar tidak pernah lagi mendatangi Kesbangpol untuk mengurus atau memperpanjang masa pengurusan tersebut,” tegas Rusmana. Kapolres Banyuasin AKBP Julihan Muntaha Sik melalui Kasat Intel, AKP Amin Hanafi membenarkan kalau pernah ada Gagatar di wilayah Banyuasin.”Tapi tiga bulan terakhir tidak ada lagi aktivitasnya.,” ujarnya. Kemudian   Gafatar tidak ada lagi di Banyuasin.

Dari hasil penyelidikan Gafatar hanya memiliki sekitar 10 pengikut. Data itu belum termasuk data dari kepolisian. Kepala Kemenag Banyuasin, H Ramlan Fauzi melalui Kepala Binmas, dr H Hamdan mengatakan kalau pihaknya sudah mengetahui keberadaan Gafatar  sejak 2014 dari P3N setempat.

”Begitu dapat info itu, kami langsung berkoordinasi dengan Polres untuk mengecek ke lapangan. Ternyata, alamat sekretariat Gafatar kosong,” bebernya.

Ramlan mengimbau seluruh masyarakat Banyuasin untuk membentengi diri sendiri dari pengaruh ajaran sesat. “Untuk pastinya, silakan koordinasi dengan Kemenag dan MUI," pungkasnya. (gti/way/gsm/yun/sam/jpnn)

 


PALEMBANG – Heboh organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), mendorong Megawati (50), warga Sumsel, lapor ke Polda setempat. Ini pengaduan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News