Larangan Impor Tikus Ancam Industri Farmasi Inggris

Larangan Impor Tikus Ancam Industri Farmasi Inggris
Larangan Impor Tikus Ancam Industri Farmasi Inggris
Meskipun usaha pengangkutan kini tengah berkembang, sejumlah pengusaha angkutan di negeri Ratu Elizabeth itu  terpaksa mengentikan pengangkutan hewan. Ini tak lain akibat desakan terus-menerus yang dilakukan para aktivis penyayang binatang.

Di Inggris tikus dan kelinci merupakan hewan yang paling banyak dibutuhkan dalam penelitian. Jumlahnya mencapai 82 persen dari total yang diperlukan. Padahal  sebagian besar jenis satwa yang dibutuhkan ini harus didatangkan dari luar. Kondisi ini kini menjadi dilema sendiri bagi pemerintah setempat. Pasalnya industri farmasi adalah sektor yang menghasilkan devisa dan tenaga kerja yang cukup besar di Inggris.

Kondisi ini kini mengancam raksasa farmasi dunia yang bermarkas di Inggris seperti  GlaxoSmithKline dan AstraZeneca. Terlebih kini produsen terbesar obat Pfizer akan menutup  unit penelitian dan pengembangan mereka Sandwich, wilayah utara Inggris. Demikian halnya

AstraZeneca akan menmindahkan unit penelitiannya dari negeri itu.(reuters/zul/jpnn)

LONDON — Industri Farmasi Inggris kini terancam karena larangan impor tikus dan kelinci. Akibatnya, stok tikus dan kelinci yang dijadikan sampel


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News