Lengsernya Maroef Sjamsoeddin jadi Momen Emas buat Putra Papua

Lengsernya Maroef Sjamsoeddin jadi Momen Emas buat Putra Papua
Perwakilan tiga lembaga adat pemilik ulayat di Mimika, pose bareng usai pertemuan. Foto: dok/Radar Timika

Namun, dengan adanya situasi tersebut, lanjut Jhon, menjadi kesempatan bagi orang Papua menjadi Presdir Freeport. "Untuk pengganti Maroef kami harapkan diberikan kepada putra daerah, dalam hal ini dari tiga lembaga adat sebagai pemilik hak ulayat, karena pengorbanan tiga suku ini terlalu besar untuk kepentingan Bangsa ini,” tegas Jhon.

Jhon Nakiaya menambahkan, keberhasilan PTFI salama ini baik dalam pembinaan putera daerah, merupakan suatu penghargaan tersendiri. “Orang Amungme bisa lepaskan gunung untuk ditambang, lalu orang Kamoro bisa melepaskan tanah untuk dialiri tailing. Saat ini untuk membalas semuanya, yakni dengan mempercayakan putera-puteri asli daerah untuk memimpin, dan juga sebagai tanda keberhasilan mengorbitkan putera daerah memimpin PTFI,” terangnya.

Hal senada diutarakan oleh Dewan Adat Lemasa, Yunus Omabak, bahwa ketiga lembaga inilah yang melindungi Freeport selama ini, sehingga sudah saatnya anak-anak daerah menjadi Presdir Freeport. “Sekarang kami harus jadi Presdir Freeport,” tukasnya. (rex/all/ale/adk/jpnn)


TIMIKA - Tiga lembaga adat pemilik ulayat di Mimika, yakni Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa), Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News