Liga Champions: Midtjylland Tak Akan Menyerah, Meski Langkah Harus Terhenti

Liga Champions: Midtjylland Tak Akan Menyerah, Meski Langkah Harus Terhenti
Manajer Midtjylland Brian Priske (kiri) menyalami kapten Alexaner Scholz usai menahan imbang Atalanta di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, Italia, Selasa (1/12/2020).(ANTARA/REUTERS/Alessandro Garofalo)

jpnn.com, DENMARK - Midtjylland ternyata mengemban misi yang cukup berat, bertarung di Liga Champions.

Pasalnya, capaian tertinggi klub asal Denmark di Liga Champions selama ini, hanya sampai pada babak perempat final.

Midtjylland selaku juara Liga Super Denmark 2019/2020, harus merintis jalan berliku menuju fase grup Liga Champions dari babak kedua kualifikasi.

Capaian terjauh klub Denmark hanyalah babak perempat final yang dibukukan oleh AGF Arhus pada 1961 dan Brondby pada 1987, ketika kompetisi itu masih dikenal sebagai Piala Champions.

Raihan lain, Denmark pernah menjuarai EURO 1992 kendati hanya tiba sebagai pengganti.

Karena Yugoslavia didiskualifikasi lantaran kondisi perang di negaranya.

Namun di tingkat klub, klub-klub Denmark tak mampu berbicara banyak di Eropa.

Raihan paling mentereng hanyalah juara Piala Intertoto -kompetisi kasta keempat Eropa yang belakangan dibubarkan pada 2009- yang dilakukan oleh Silkeborg pada 1996.

Midtjylland mengemban misi yang sangat luar biasa di Liga Champions, membuka asa bagi klub-klub asal Denmark bertarung di Liga Champions. Karena itu, Midtjylland tak akan menyerah meski sudah pasti tak lolos babak 16 besar.

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News