Lihat, Hamparan Ikan Mati di Danau Maninjau, Ribuan Ton!

Lihat, Hamparan Ikan Mati di Danau Maninjau, Ribuan Ton!
RUGI MILIARAN RUPIAH: Ribuan ton ikan keramba jala apung (KJA) di kawasan danau Maninjau, Kabupaten Agam. Foto: RIFA YANAS/PADANG EKSPRES/JPNN.com

“Kalau 500 ton itu baru di daerah Bandakoto, Jorong Ambacang belum dihitung sampai ke sini,” imbuh pria berkumis lebat ini.

Ditanyakan soal penyebab kematian ikan, Eri belum dapat menyimpulkan secara pasti. Namun, dia memperkirakan hal itu terjadi karena efek yang sudah komplikatif.

“Salah satunya dampak dari kemacetan pasar penjualan ikan, sehingga panen menjadi tertunda beberapa hari. Ikan yang terus tumbuh menjadi semakin sesak di dalam keramba. Hal ini tentunya menyebabkan ikan kekurangan oksigen lalu mati,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, kematian ikan juga bisa disebabkan efek cuaca ekstrim beberapa hari belakangan.

“Angin kencang yang melanda sebagian danau membuat sampah dan materil dasar danau mengapung ke permukaan. Ibarat mengaduk kopi, ampasnya naik ke atas. Bayangkan saja jika itu terjadi di dalam keramba ikan siap panen,” terangnya.

Dari Joron Tanjungalai, penyisiran Padang Ekspres berlanjut ke kawasan Bandakoto, Jorong Ambacang.

Di sini, kematian ikan justru lebih signifikan. Nyaris setiap keramba yang ada terpaksa harus dikuras, karena isinya sudah dipenuhi bangkai ikan.

Aroma tak sedap ditambah kerumunan lalat mulai terlihat di sekitar bibir danau. Tidak banyak hal yang dapat diupayakan para penambak. 

AGAM  - Sungguh kasihan para pemilik keramba jala apung (KJA) di kawasan Danau Maninjau, Agam, Sumbar. Ribuan ton ikan mereka mati mengambang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News