Lika-liku Kehidupan Tunawisma di Kota Sydney

Lika-liku Kehidupan Tunawisma di Kota Sydney
Lika-liku Kehidupan Tunawisma di Kota Sydney

Untungnya, kata John, ia masih diperbolehkan menemui anaknya itu dan menghabiskan waktui bersama selama beberapa jam.

"Saya berasal dari Moree tempat saya bekerja di perkebunan kapas," jelasnya. "Saya datang ke kota karena mengira dukungan bagi penderita gangguan mental lebih baik".

John mengaku menderita schizophrenia dan OCD, dan mengaku benar mendapat banyak bantuan.

"Saya juga berusaha mendapatkan tempat tinggal tetap namun belum tersedia," katanya. Akibatnya, ia kini tidur di bawah jembatan atau di dekat tempat sampah.

"Saya mendapat tunjangan disabilitas namun tentu saja jumlahnya tidak mencukupi," ucap John.

 

Laurence (47)

Lika-liku Kehidupan Tunawisma di Kota Sydney
Laurence mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Jangan membayangkan negara maju seperti Australia tidak memiliki problem perkotaan seperti tunawisma. Di bulan Juli setiap tahunnya, ribuan tunawisma

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News