Lima Hari Sekolah Tidak Ubah Struktur Kurikulum 2013

Lima Hari Sekolah Tidak Ubah Struktur Kurikulum 2013
Orang tua siswa mengantarkan anaknya di SDN Nanggerang 02, Tajuhalang, Bogor, Senin (18/7). Para orang tua sangat mendukung intruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan yang menghimbau agar orang tua mengantar anak di hari pertama sekolah dan bertemu dengan gurunya. Foto: Ricardo/JPNN.com Ilustrasi :

‎Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Ari Santoso menyontohkan, siswa yang mampu menghafal Alquran di diniyah selama ini tidak mendapatkan penilaian dari sekolah.

Nantinya, dengan bimbingan ustaz dan pemantauan dari guru, maka sekolah bisa memberikan penilaian kualitatif terkait kepribadian siswa tersebut.

Penerapan lima hari sekolah akan sangat beragam di setiap satuan pendidikan.

Pengaturan jadwal serta teknis pelaksanaan menjadi kewenangan sekolah yang lebih mengetahui situasi dan kondisi masing-masing.

“Saat ini panduan pelaksanaan sedang disusun oleh tim dari Ditjen Dikdasmen dan Ditjen Pendidikan Agama Islam Kemenag,” tutur Ari Santoso.

Pengoptimalan sumber-sumber belajar diperlukan dalam penerapan penguatan pendidikan karakter, Ari menjelaskan, diperlukan peran guru, kepala sekolah serta komite sekolah dalam menjalin kerja sama penyelenggaraan PPK (penguatan pendidikan karakter). (esy/jpnn)

 


Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad menyampaikan,


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News