Lingkar Kekuasaan Dicurigai Hambat KPK Bongkar Kasus Century

Lingkar Kekuasaan Dicurigai Hambat KPK Bongkar Kasus Century
Lingkar Kekuasaan Dicurigai Hambat KPK Bongkar Kasus Century
Politisi Partai Golkar yang dikenal vokal itu menambahkan, mengambinghitamkan bukti permulaan dalam penanganan dugaan korupsi bailout Century sama sekali tidak beralasan. Sebab, bukti-bukti permulaan kasus ini masih utuh bahkan terus bertambah.

Ia menyebut sembilan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam audit investigatif, ditambah 13 temuan BPK melalui audit forensik  plus hasil pemeriksaan Pansus DPR yang menjadikan bukti permulaan kasus ini sangat komprehensif.

Disebutkannya, insitusi negara yang terlibat dalam skandal itu sangat jelas yaitu mulai dari dari BI, Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) hingga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). "Siapa saja yg memimpin institusi-institusi itu pun sudah menjadi fakta terbuka. BI kala itu dipimpin Boediono yang kini menjabat Wapres. Sedangkan KSSK dipimpin mantan Menkeu Sri Mulyani. Semuanya tercatat dalam dokumen DPR maupun dokumen BPK," ujarnya.

Ditambahkannya, baik temuan BPK maupun hasil pemeriksaan Pansus DPR mengindikasikan terjadinya penyalahgunaan wewenang oleh pejabat negara serta indikasi kerugian negara dalam pemberian bailout. "Saya tidak yakin kalau institusi penegak hukum termasuk KPK tidak memercayai temuan BPK dan DPR itu," pungkasnya. (boy/arajpnn)

JAKARTA - Politisi Golkar yang juga anggota Tim Pengawas (Timwas) penanganan kasus Bank Century, Bambang Soesatyo, menyatakan bahwa stagnasi penanganan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News