Lintasarta Mendorong Penggunaan Teknologi Digital untuk Pengembangan Desa Wisata

Lintasarta Mendorong Penggunaan Teknologi Digital untuk Pengembangan Desa Wisata
Presiden Direktur Lintasarta Arya Damar saat menjadi panelis Talk Show bertajuk 'Memacu Pariwisata, Membangun Ekonomi Daerah', Kamis (15/7). Foto: Tangkapan layar/Lintasarta

“Hal ini dilakukan melalui pembangunan infrastruktur BTS 4G dan VPS oleh Kominfo untuk melayani aplikasi terpusat kota dan kabupaten (shared-service infrastructure). Setelah infrastruktur dikembangkan, maka selanjutnya adalah mendorong digitalisasi,” terang Arya.

Kedua, mendorong digitalisasi yang diperlukan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi daerah melalui penggunaan teknologi digital.

Misalnya, penggunaan QRIS untuk pembayaran tanpa kontak fisik (contactless payment), e-Perijinan, e-Planning, e-UMKM, e-Tourism, dan e-Farmer.

Ketiga, Smart City. Sistem Kota Cerdas mampu meningkatkan pelayanan dan menjadi alat bantu bagi para pembuat kebijakan (data driven decision making).

Konsep Smart City juga mencakup implementasi business intelligence atau big data, melakukan sharing data yang dapat digunakan komunitas pengembang.

“Intinya, bagaimana mendigitalisasi infrastruktur, pemerintah, dan masyarakat. Seluruh pemangku kepentingan harus berkolaborasi untuk memperoleh solusi dalam mengembangkan sektor pariwisata,” kata Arya.

Beberapa teknologi pendukung digitalisasi yang sudah disebutkan di atas memerlukan teknologi inti, yaitu Cloud.

IDC memperkirakan penggunaan Cloud pada seluruh sektor industri di Indonesia akan melesat menjadi Rp 27,3 miliar atau mencapai 201,8 persen pada 2025. Tercatat tingkat pertumbuhan tahun majemuk (CAGR) meningkat hingga 31,8 persen dari Rp 9,1 miliar pada 2021.

Teknologi digital akan memudahkan para turis dalam mengakses wilayah pariwisata, termasuk Desa Wisata.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News