Listrik Made In Bantar Gebang

Listrik Made In Bantar Gebang
GUNUNGAN SAMPAH yang selama ini hanya menjadi sumber penebar bau tak sedap akan disulap menjadi energi listrik. Bantar Gebang pun akan menjadi salah satu pemasok Listrik ke PLN.
Itu juga bagian dari upaya mengurangi kebocoran gas methane yang dihasilkan sampah. Gas yang mudah terbakar itu menimbulkan bau menyengat di sekitar lokasi pembuangan sampah. Sebagian tumpukan dilapisi dengan membran (seperti plastik) sehingga tidak ada lagi gas yang keluar. "Membran itu juga berfungsi sebagai pelindung agar air tidak masuk ke dalam tumpukan sampah," terang Agus.

  

Gas yang keluar dari sampah itulah,  yang diambil untuk menggerakkan mesin pembangkit listrik. Tiga teknologi pengolahan sampah menjadi listrik bernilai Rp 700 miliar dipersiapkan agar menghasilkan listrik 26 MW. Teknologi pertama adalah landfill gasification. Di dalam tumpukan sampah, dibuat sumur-sumur kecil berdiameter 60 sentimeter. Sumur tersebut digunakan sebagai perangkap gas yang keluar dari sampah.

  

Di Bantar Gebang terdapat lima tumpukan sampah. Luas masing-masing bisa sampai 15 hektare. Dari setiap tumpukan itu (biasa disebut zona), Navigat baru memfungsikan tumpukan sampah di zona II dan sebagian kecil di zona I. Total sumur yang dibuat di zona II berjumlah 59 buah. Dari jumlah itu, gas yang dihasilkan mampu menggerakkan dua buah mesin pembangkit berkapasitas masing-masing 1 MW.

  

:POLLING "Saat ini memang baru dua mesin itu yang kami pasang. Yang lain  masih dalam order dan akan datang bertahap," tutur Agus. Dia menargetkan pada April nanti datang dua mesin pembangkit produksi GE (General Electric) Jerman. Selanjutnya, akan datang enam unit hingga akhir tahun nanti. Jadi, total kapasitas yang dihasilkan mencapai 8 MW.

  

SAMPAH yang selama ini hanya menebar bau busuk  bisa disulap menjadi komoditas luar biasa di TPST (tempat pembuangan sampah terpadu) Bantar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News