Lockdown Berkepanjangan di Sydney dan Melbourne, Orangtua Mulai Resah soal Nasib Anak

Lockdown Berkepanjangan di Sydney dan Melbourne, Orangtua Mulai Resah soal Nasib Anak
Seorang warga Melbourne, Jin Hua, merasa khawatir dengan kesiapan putrinya menghadapi ujian akhir SMA di tengah pandemi saat ini. (ABC News: Jason Fang)

Jin bukan satu-satunya orang tua murid yang membutuhkan bantuan. Selama pandemi ini, makin banyak orang tua lainnya yang membutuhkan tutor.

Sebuah perusahaan penyedia jasa tutor di Sydney menjelaskan peserta didik yang mereka tangani semakin bertambah saat lockdown.

Menurut Han Wenzhu, yang mengajar di sekolah negeri dan swasta di Australia lebih dari 15 tahun, makin banyak keluarga migran yang merasa khawatir dengan prestasi belajar anak-anaknya.

"Berebut rangking ATAR (mirip dengan Ujian Akhir Nasional di Indonesia) memicu tekanan mental bagi kalangan orang tua migran dan para murid," kata Han.

Lebih berat bagi keluarga dengan banyak anak

Whitney Tavu'i-leota bekerja sebagai petugas penghubung masyarakat di SMA Cabramatta High School di Sydney.

Dia menyebutkan ada sekirar 11 persen siswa di sekolah ini berlatar-belakang penduduk dari negara-negara Pasifik.

Menurut Whitney, transisi ke pembelajaran jarak jauh sangat sulit bagi sejumlah siswa migran asal Kepulauan Pasifik.

"Sebagian dari mereka tinggal dengan keluarga besar. Untuk menemukan ruang belajar yang tenang sangat sulit bagi mereka," katanya.

Lockdown berkepanjangan di Sydney dan Melbourne menyebabkan banyak orangtua murid kini khawatir dengan dampak belajar dari rumah bagi pendidikan anak-anak mereka

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News