Loncatan Saud

Oleh: Dahlan Iskan

Loncatan Saud
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Saya ditenteng ke tempat rekreasi di padang pasirnya yang jauh itu: Red Sand. Satu jam dari Riyadh. Bagus.

Tidak sampai tiga menit di situ. Saya minta ke yang lain lagi. Mungkin karena saya sudah jenuh dengan pemandangan padang pasir. Sudah sejak dari Madinah ke Riyadh.

"Tidak ambil foto dulu?"

"Tidak".

Melihat padang pasir itu rasanya sudah seperti Jokowi lihat Megawati.

Pindah ke yang lain saja. Ke Bujairi. Seperti yang direkomendasikan oleh Wakil Duta Besar Sugiri Suparwan.

Itu baru. Renovasinya masih belum sepenuhnya selesai. Istana kuno. Terbuat dari tanah. Pernah seperti kompleks Garuda Wisnu Kencana: jadi lokasi KTT G-20. Yakni KTT yang bersejarah: di tengah pandemi Covid-19. Setengah virtual.

Saya suka Bujairi. Lokasi ini mengesankan. Kita seperti dibawa ke masa nan lalu. Nan nan lalu: ke nun masa kerajaan Saud pertama. Sebelum Saudi dikuasai Turki Usmani. Sebelum era kerajaan Saud kedua.

SAYA minta diantar ke mal teramai di Riyadh: ingin tahu seberapa berubah penampilan wanita Arab di depan umum. Di zaman pemerintahan putra mahkota.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News