Luas Tambah Tanam Padi Sumsel Diyakini Capai 200.000 Hektare Selama Musim Kemarau

Luas Tambah Tanam Padi Sumsel Diyakini Capai 200.000 Hektare Selama Musim Kemarau
Direktur Alsintan Andi Nur Alam Syah selaku Penanggung Jawab Program Seasi Sumsel saat melakukan tanam padi seluas 3.350 hektare di Desa Karang Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (5/9). Foto: Kementan

"Semua kabupaten di Sumatera Selatan kami percepat tanam dan luasnya. Jadi tidak hanya di Kabupaten Muba. Dengan target luas tambah tanam 200.000 hektare musim kemarau ini, jika produktivitas padi 5 ton per hektare, artinya didapat produksi padi sebanyak 1 juta ton,” beber dia.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Antoni Alam mengaku optimistis target itu dicapai. Upaya yang tengah dilakukan, selain melalui program Serasi, untuk percepatan tanam juga dari luas tambah tanam.

"Apalagi Sumatera Selatan beberapa hari lalu sudah turun hujan hingga 3 hari berturut di beberapa kabupaten. Kami segera persiapkan bantuan benih dari Ditjen Tanaman Pangan Kementan," ujarnya.

Kedua, kata Antoni, pihaknya kerja keras mengejar realisasi program Serasi agar Oktober nanti dapat tertanam padi semua. Adapun Program Serasi menyebar di Kabupaten Banyuasin, Muba, OKi, Muara Enim dan Pali.

"Tapi sekarang sudah mulai ada yang tanam. Yang tanam sekarang akan dukung produksi 2019. Jadi kekurangan luas tanam kita kejar hingga Oktober," ujarnya. (cuy/jpnn)


Kementan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) serta TNI menjamin musim kemarau yang berlangsung hingga Oktober tahun ini tak mengganggu penanaman padi


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News