Luhut Lagi

Luhut Lagi
Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Dengan semangat inilah para aktivis anti-korupsi, seperti Haris Azhar dan kawan-kawan, berusaha melakukan kontrol terhadap kemungkinan abuse of power yang dilakukan oleh para pejabat negara. Haris mengungkap berbagai data yang menunjukkan hubungan Jenderal Luhut Binsar Panjaitan dengan sejumlah kegiatan bisnis besar di berbagai tempat.

Luhut Panjaitan terkenal sebagai jenderal yang cerdas dan cerdik. Karena itu wajar kalau Presiden Jokowi memercayai Luhut untuk memimpin tugas-tugas besar yang strategis.

Bahkan, Jokowi memercayai Luhut untuk memimpin satuan tugas yang berada di luar portofolio Luhut sebagai menteri koordinator maritim dan investasi.

Penunjukan Luhut sebagai ketua tim penanganan Covid 19 terbukti membawa hasil yang bagus. sekarang Jokowi menunjuk Luhut menjadi ketua Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Keterampilan Luhut dan kecerdasaan politiknya sangat dibutuhkan oleh Jokowi. Luhut bisa menjalankan tugas-tugas yang biasanya dijalankan oleh seorang perdana menteri.

Karena perannya yang sangat strategis di pemerintahan itu maka Luhut juga menjadi wajah utama pemerintahan Jokowi.

Luhut harus bersih dari semua kecurigaan abuse of power. Karena itu, untuk menjawab kecurigaan Haris Azhar seharusnya Luhut menjelaskan kepada publik bahwa dia tidak berbisnis.

Sikap Luhut yang melaporkan Haris ke polisi adalah hak pribadi sebagai warga negara. Namun, akan lebih elok kalau Luhut secara terbuka membeberkan bukti-bukti untuk membantah kecurigaan Haris Azhar.

Untuk menjawab kecurigaan Haris Azhar seharusnya Luhut menjelaskan kepada publik bahwa dia tidak berbisnis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News