Luhut Panjaitan Terkenang Penyerangan Kota Dili, Gagah Berani tapi...

Luhut Panjaitan Terkenang Penyerangan Kota Dili, Gagah Berani tapi...
Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan menghadiri pada acara Peringatan 40 Tahun Penerjunan di Kota Dili 7 Desember 1975 di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (7/12). Foto : Ricardo/JPNN.com

Saat akan terjun dari pesawat, para prajurit dibuat kaget. Saat itu, mereka ditembaki. Tidak jarang desingan peluru terdengar di sekitar tubuh prajurit. Karena itu tidak mengherankan bila kemudian  diketahui salah seorang awak pesawat tertembak dan tewas.

"Alhamdulillah tiga jam setelah penerjunan, tiga sasaran penting yakni pusat pemerintahan, pelabuhan laut, dan lapangan terbang kami kuasai dan duduki," kata Soegito disambut tepuk tangan. 

Pada penyerangan itu, Soegito menuturkan 13 prajurit gugur. Kemudian sebanyak lima orang anggota hilang. 

"Mereka diyakini tercebur di laut karena beberapa hari kemudian dua jenazah di antaranya didapat di Pantai Dili. 72 batal terjun," ujarnya.

Soegito berharap peristiwa penyerangan ke Dili bisa memberikan pengaruh kepada Kopassus dan TNI saat ini. "Kami berharap semoga apa yang pernah kami alami dan berikan bisa dijadikan legacy," ungkapnya. (gil/jpnn)

 


JAKARTA - Penyerangan ke Kota Dili pada 7 Desember 1975 meninggalkan cerita bagi para tentara yang ikut dalam misi tersebut. Salah satunya adalah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News