Luhut Panjaitan Usul Beli Kapal Besar untuk Amankan Laut Indonesia

Luhut Panjaitan Usul Beli Kapal Besar untuk Amankan Laut Indonesia
Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Maritim) dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah berencana menambah armada kapal berukuran besar untuk menjaga perbatasan laut Indonesia. Hal itu dilakukan menyusul insiden masuknya kapal penjaga pantai Tiongkok ke perairan Natuna, Kepulauan Riau, yang mengawal beberapa kapal ikan asal negeri panda itu di perairan tersebut Desember 2019.

"Saya tadi usul supaya ada kapal ocean going yang lebih panjang. Kita belum pernah punya selama Republik ini merdeka. Tadi dengan Pak Bowo (Prabowo Subianto) mau beli yang 138-140 meter frigate," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di kantornya, Jakarta (Jumat (1/3).

Luhut mengatakan kapal yang lebih besar diharapkan bisa memperkuat penjagaan laut Indonesia.

Dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pula, Luhut mengatakan pemerintah sepakat untuk memperbanyak kapal patroli di perbatasan.

Ia pun meminta agar masalah masuknya kapal Tiongkok ke perairan di Natuna tidak dibesar-besarkan karena faktanya Indonesia memang masih kekurangan kemampuan untuk melakukan patroli di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Sekarang coast guard kita, Bakamla, sedang diproses supaya betul-betul menjadi coast guard yang besar sekaligus dengan peralatannya," katanya.

Luhut menuturkan, patroli di wilayah ZEE memang perlu ditingkatkan. Masuknya kapal China itu, lanjut dia, seharusnya jadi momentum refleksi diri karena Indonesia belum mampu melakukan penjagaan.

"Ya kalau kita nggak hadir, kan orang (lain) hadir. Jadi kita sebenarnya yang paling marah pertama itu pada diri kita sendiri. Kita punya kapal belum cukup. Nah Presiden sudah perintahkan tadi untuk membangun lebih banyak lagi kapal-kapal kita, coast guard kita, untuk melakukan patroli," jelasnya.(antara/jpnn)

Pemerintah berencana menambah armada kapal berukuran besar untuk menjaga perbatasan laut Indonesia. Hal itu dilakukan menyusul insiden masuknya kapal penjaga pantai Tiongkok ke perairan Natuna, Kepulauan Riau, yang mengawal beberapa kapal ikan asal negeri


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News