Lukas Lock

Oleh Dahlan Iskan

Lukas Lock
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Di Italia yang menderita virus corona memang sudah sekitar 10.000 orang --hampir 1.000 orang meninggal dunia.

Padahal, di Tiongkok sudah sangat reda. Upacara-upacara penutupan rumah sakit darurat --karena tidak ada lagi pasien baru-- terus terjadi setiap hari.

Kabar baik yang sangat baik itu juga datang dari provinsi terparah: Hubei --pusat lahirnya virus corona. Rabu kemarin penderita baru di provinsi ini ”tinggal” 8 orang. Jangan-jangan hari ini sudah bisa 0. Atau besok. Atau lusa.

Dari 67.000 penderita di Hubei, yang sudah sembuh 52.000 orang.

Di Provinsi Zhejiang --yang beribu kota di Hangzhou, pusatnya Alibaba itu-- dari 1.215 penderita yang sudah sembuh 1.209. Berarti tinggal enam orang yang belum sembuh.

Di Provinsi Jiangxi --tempat saya belajar bahasa Mandarin dulu-- dari 935 penderita, yang sudah sembuh 934. Tinggal satu orang yang masih dirawat.

Demikian juga di Provinsi Fujian --mayoritas Tionghoa Indonesia punya leluhur di provinsi ini-- dari 296 penderita virus Corona yang sudah sembuh 295. Kurang satu orang lagi.

Itulah situasi terbaru di Tiongkok. Namun sukses seperti itu harus lewat penderitaan luar biasa ratusan juta orang. Mereka harus di-lockdown --seperti yang sekarang dilakukan di Italia.

Hancurnya ekonomi belum penting dibicarakan. Penyelamatan nyawa manusia yang harus diutamakan. Untuk apa ekonomi baik kalau semua manusianya meninggal dunia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News