Lukman Hakim: Mundur Bukan Karena Ada Deal dengan Jokowi

Lukman Hakim: Mundur Bukan Karena Ada Deal dengan Jokowi
Lukman Hakim: Mundur Bukan Karena Ada Deal dengan Jokowi

jpnn.com - JAKARTA - Mundurnya Lukman Hakim Saifuddin sebagai anggota DPR terpilih peride 2014-2019 sempat menimbulkan kecurigaan. Sebagian pengamat berspekulasi, keberanian tersebut karena sudah ada deal dengan Jokowi bahwa Lukman akan menjadi menteri lagi di periode mendatang.

Menanggapi hal ini, Lukman dengan tegas menyebut isu itu tidak benar.

"Sama sekali tidak ada deal, jaminan, pembicaraan. Sekali lagi saya tegaskan, sikap ini murni panggilan tugas, tanggung jawab," tegas Lukman di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/9).

Lukman mencoba menerangkan dengan logis. Kata dia, dalam peraturan perundang-undangan, jabatan menteri dan jabatan anggota DPR tidak boleh merangkap. Makanya, seorang menteri yang juga terpilih sebagai anggota DPR harus memilih, terus melanjutkan amanah sebagai menteri, atau memilih jadi anggota DPR. Untuk dirinya, memilih untuk memuntaskan amanah menjadi menteri sampai 20 Oktober 2014.

"Bagi saya pribadi, saya harus memilih apakah mundur dari menteri atau lebih mengutamakan jabatan menteri untuk menuntaskan amanah. Terhadap dua pilihan itu, saya uatamakan yang kedua. Karena ini amanah yang harus ditutaskan sampai akhir. Itulah.komitmen saya ketika dilantik," tegas politisi PPP ini.

Walaupun dirinya mundur, lanjut Lukman, PPP tidak rugi. Kursi PPP tidak berkurang di DPR. Pasalnya, ada kader PPP yang menggantikannya di DPR.

Lukman menyatakan, hubungan dirinya dengan Jokowi baik-baik saja. Namun, dirinya tidak ada komunikasi paska Jokowi terpilih, apalagi sampai membicarakan masalah posisi menteri agama di pemerintahan mendatang.

Bagaimana jika dipilih Jokowi? Lukman menjawab diplomatis.

JAKARTA - Mundurnya Lukman Hakim Saifuddin sebagai anggota DPR terpilih peride 2014-2019 sempat menimbulkan kecurigaan. Sebagian pengamat berspekulasi,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News