Senin, 17 Juni 2019 – 02:04 WIB

Lulusan SMK Lebih Berpeluang Dapat Kerja

Senin, 14 Maret 2011 – 20:01 WIB
Lulusan SMK Lebih Berpeluang Dapat Kerja - JPNN.COM

JAKARTA—Ternyata, pendidikan tinggi bukanlah jaminan utama untuk mendapatkan jabatan tinggi (manajerial) di berbagai perusahaan sektor jasa di Kota Pekanbaru. Paling tidak, hasil kajian ini dibuktikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning (Unilak), yang disampaikan dalam seminar nasional yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) di Jakarta, Senin (14/3).

LPPM Unilak menjadi salah satu dari 32 kampus di seluruh Indonesia yang mendapatkan kesempatan menyampaikan hasil penelitian mereka ditingkat nasional dan menjadi satu-satunya kampus dari Provinsi Riau yang meneliti hubungan antara pendidikan dengan serapan tenaga kerja riil di lapangan.

Penelitian dengan sample 18 perusahaan di Kota Pekanbaru dan sekitarnya yang bergerak di sektor manufaktur, jasa dan agro pertanian, diketahui bahwa serapan tenaga kerja di Kota Pekanbaru sebagian besar bekerja pada level staff mencapai 33.749 orang (88 persen), sedangkan pada level supervisor mencapai 11.793 orang (8 persen) dan level manajerial sebanyak 1.776 orang (4 persen).

Namun jika dilihat dari tingkat pendidikan,  dari 1.776 yang duduk diposisi manajerial,lulusan S2 hanya 92 orang saja. Selebihnya sekitar 1.684 orang justru berasal dari tingkat pendidikan D1,D3 dan S1.

Sedangkan pada tingkat supervisor dari 11.793 orang, lulusan SMA/SMK justru mendominasi yakni sebanyak 6.936 orang dan lulusan D3 sebanyak 1.481 orang. Pada posisi ini, lulusan S1 hanya sebanyak 3.375 orang saja.

Menariknya, pada level terbesar tenaga kerja di Pekanbaru, yakni tingkat staf, didominasi sebagian besar oleh lulusan SMK. Ini membuktikan, bahwa lulusan SMK memang lebih mudah mendapatkan peluang kerja. Angka menunjukkan, dari 33.749 orang yang bekerja sebagai staff, lulusan SMK sebanyak 25.733 orang. Sedangkan lulusan SMA atau dibawahnya hanya 3.619 orang. Sisanya lulusan S1 sebanyak 2.786 orang dan D3 sebanyak 1.611 orang.

Ketua LPPM Unilak, Taufiqul Hulam yang menyampaikan presentasi hasil penelitian ini pada JPNN mengatakan, dari penelitian diketahui bahwa kebutuhan tenaga kerja secara umum di kota Pekanbaru, lebih dominan terserap pada level operator atau staf.

Kalaupun pada jenjang manajerial, ternyata yang dibutuhkan bukan hanya  dengan jenjang pendidikan yang tinggi saja. Namun lebih pada kemampuan kepemimpinan (leadership) dan pengalaman bekerja.

‘’Jadi dari penelitian diketahui, bagi perusahaan sektor jasa tidak masalah tenaga kerja dari jenjang pendidikan yang lebih rendah, asalkan punya kemampuan. Apalagi kalau punya pendidikan tinggi plus punya leadership, tentu peluang ke level manajerial lebih terbuka lagi,’’ kata Taufiqul.

Dari penelitian inipun diharapkan, bagi pelajar-pelajar di Kota Pekanbaru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi semisal S1 dan S2, jangan hanya mengejar gelar saja. Namun hendaknya menambah kemampuan diri masing-masing dengan soft skill khususnya dibidang kepemimpinan, tanggung jawab, kedisplinan, kegigihan, dan kemandirian.

‘’Karena itu saya tidak sependapat, jika dikatakan pengangguran di kota ini besar karena satu-satunya disebabkan oleh sedikitnya lapangan pekerjaan. Karena kenyataannya pada tataran penerimaan tenaga kerja mereka gagal dalam memenuhi kriteria yang diinginkan oleh dunia usaha, yakni karena lemahnya soft skill,’’ kata Taufiq.

Penelitian ini pun disampaikan LPPM Unilak pada Dirjen PNFI Kementrian Pendidikan Nasional, dengan harapan ke depannya ada kerja sama yang terjalin secara sinergis antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha. Bukan hanya sebatas keilmuwan saja namun mencetak kader-kader pekerja yang memiliki soft skill yang dibutuhkan dunia kerja.

‘’Kelemahan lembaga pendidikan sekarang ini, sebagian besar hanya fokus pada hard Skill (keilmuwan) saja. Usulan kami selanjutnya di Pekanbaru dan dimanapun juga, perlu ada keseimbangan antara hard skill dan soft skill dalam proses pembelajaran,’’ tegas Taufiq.(afz/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar