Maaf Pak Ahok, Bu Risma Tetap Pilih Bela PDIP

Maaf Pak Ahok, Bu Risma Tetap Pilih Bela PDIP
Tri Rismaharini dan Wishnu Sakti Buana (naik becak) saat diarak ke KPU Surabaya untuk mencaftar sebagai pasangan calon pada masa pencaftaran Pilwako Surabaya 2015 lalu. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com - SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku tidak pernah dimintai uang alias mahar politik untuk masuk PDI Perjuangan dan menjadi calon kepala daerah usungan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu. Risma pun memilih maju sebagai calon wali kota Surabaya melalui PDIP karena tidak pernah ada permintaan uang sebagai mahar politik.

"Enggak ada itu. Saya enggak pernah dimintai. Coba tanya PAC (pengurus anak cabang, red) atau ranting, apakah ada yang pernah dapat uang dari aku, enggak ada," katanya kepada wartawan di Surabaya, Jumat (11/3).

Ia lantas menyinggung Basuki T Purnama alias Ahok yang mengaku dimintai mahar politik antara Rp 110 miliar hingga Rp 200 miliar untuk bisa maju sebagai calon lagi pada pemilihan gubernur DKI Jakarta melalui jalur partai politik. Sepengetahuan Risma, dirinya justru memperkuat sinergi dengan struktur PDIP di Surabaya

Risma memang diminta mendekat ke struktur PDIP untuk menciptakan sinergi sekaligus memperkuat konsolidasi hingga tingkat bawah. “Jadi kalau misalkan kita diminta, kalau misalkan Pak Ahok diminta dekat ke mesin partai, ada kunjungan PAC, ada kunjungan ranting, itu ya iya lah, tapi mesin partai itu kan bergerak,” tegasnya.

Karenanya salah satu wali kota terbaik di Indonesia itu merasa keberatan ketika partainya dipojokkan lantaran dianggap meminta uang untuk mahar politik di pilkada. Risma bahkan menolak maju melalui jalur independen karena tak mau dianggap mengejar jabatan.

“Kalau independen,  berarti aku punya nafsu, untuk mendapatkan jabatan itu," katanya.  "Nah kemudian saya diberikan kepercayaan diusung PDI Perjuangan, nah itu bagian dari amanat. Jadi bedanya di situ," tegasnya.

Risma menegaskan, partai yang kini didukungnya itu punya komitmen membela rakyat kecil. Karenanya, tidak mungkin PDIP minta mahar politik kepada bakal calon kepala daerah.

Karenanya Risma harus membala partainya dari opini negatif soal tudingan meminta mahar.  "Makanya saya harus bela, wong saya enggak dimintain uang sama sekali. Saya yakin juga Pak Ahok Ga dimintai," tegasnya.(rmo/ara/JPNN)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News