Macadamia, Tanaman Rehabilitasi Hutan Penuh Manfaat

Macadamia, Tanaman Rehabilitasi Hutan Penuh Manfaat
Menko Perekonomian Darmin Nasution, didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, di persemaian permanen Huta Ginjang. Foto : Humas KLHK

Lebih lanjut, Menko Darmin menjelaskan pemerintah melalui KLHK mempunyai sejumlah program yang bersangkutan dengan masyarakat.

Pemerintah juga telah menyiapkan langkah membantu masyarakat untuk menanami lahan sebanyak mungkin.

"Saya mengingatkan satu hal, masyarakat juga perlu didampingi dalam mengatur waktu panen, untuk mencegah harga turun di pasaran," pesan Menko Darmin.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, Hudoyo, menyampaikan bahwa tanaman Macadamia, diharapkan bisa menjadi titik temu persoalan tenure, degradasi lahan, dan kebutuhan ekonomi rumah tangga masyarakat sekitar danau Toba.

"Jenis ini dapat mengatasi kebutuhan hidup para penggarap lahan, dan dapat digarap bersama sama dengan institusi kehutanan di tingkat tapak yaitu KPH, dengan menggunakan system agroforestry, sehingga kebutuhan jangka pendek dapat terpenuhi dan kebutuhan jangka panjang bisa dicapai," ujar Hudoyo, dalam laporannya.

Pemilihan Macadamia juga mengingat tanaman ini mampu meningkatkan fungsi hidrologis, pengendalian erosi, tahan terhadap kebakaran dan kekeringan.

Selain cocok dengan agroklimat DTA Toba, yang tak kalah penting, tanaman ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat. 

"Tanaman macadamia yang akan dikembangkan adalah jenis Macadamia integrifolia, sebagai penghasil kacang yang mempunyai nilai ekonomi sangat tinggi yaitu sekitar Rp. 100 - 500 juta per hektar," terang Hudoyo.

Tanaman Macadamia dipilih karena mampu meningkatkan fungsi hidrologis dan pengendalian erosi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News