Selasa, 12 Desember 2017 – 15:06 WIB

Mahasiswa Internasional Terbaik NSW Berambisi Jadi Presiden Tanzania

Rabu, 04 Oktober 2017 – 08:00 WIB
Mahasiswa Internasional Terbaik NSW Berambisi Jadi Presiden Tanzania - JPNN.COM

Tak ada yang menyangkal bahwa Linus Faustin memiliki ambisi politik yang kuat dan telah menempatkan dirinya di jalur karir yang jelas. Lihat saja penuturan Linus tentang cita-citanya.

"Ketika nanti saya berusia sekitar 40 tahun, saya ingin menjadi Presiden Tanzania."

Persyaratan usia minimum untuk menjadi Presiden seperti yang disebutkan oleh konstitusi Tanzania adalah 40 tahun, jadi menurut Linus, ia memiliki 17 tahun untuk mempersiapkan dirinya untuk mengejar pekerjaan paling berkuasa tersebut.

Mahasiswa internasional, yang sedang menjalani tahun terakhirnya untuk gelar Sarjana Komunikasi di Universitas Teknologi Sydney (UTS), ini telah memiliki ketertarikan untuk menjalani kehidupan di bidang politik sejak usia muda.

Ketika datang ke Australia pada tahun 2015 untuk menjadi mahasiswa, ia mengatakan bahwa temannya "memaksa dirinya" untuk bergabung dalam partai politik universitas -namun jika melihat kembali kejadian tersebut, Linus merasa itu adalah keputusan terbaik yang pernah ia buat.

"Saya dulu sangat takut untuk bergabung," kata Linus.

"Tapi saya belajar banyak tentang politik Australia. Saya telah bertemu dengan beberapa politisi seperti Bill Shorten, Tanya [Plibersek], banyak politisi Partai Buruh melalui klub Partai Buruh UTS.”

"Itu adalah hal terbaik bagi saya, seseorang yang bercita-cita sebagai politisi."

Kymia Wang standing in front of some bikes
Kymia Wang menciptakan program pelatihan untuk membantu mahasiswa China beradaptasi dengan kehidupan di Sydney

ABC Radio Sydney: Amanda Hoh

Kontribusi Linus terhadap kehidupan universitas dan masyarakat luas telah diakui dengan dinobatkannya ia sebagai mahasiswa internasional terbaik di bidang pendidikan tinggi dalam penghargaan tahunan pemerintah negara bagian, ‘StudyNSW’.

Pada bulan Juli tahun ini, ada 258.489 mahasiswa internasional yang terdaftar untuk belajar di negara bagian New South Wales (NSW).

Pemenang lainnya termasuk Katherine Pei Kun Qi dari China yang belajar di Beverly Hills Girls, Yam Prasad Dhital dari Nepal untuk kategori pendidikan kejuruan dan pelatihan, serta Kymia Wang dari China yang memenangi penghargaan untuk kursus bahasa Inggris intensif.

Latar belakang yang keras

Linus lahir di Dar Es Salaam, Tanzania, dan kehilangan keluarganya saat berusia tiga tahun.

Ia kemudian tinggal dengan seorang paman yang menganiaya dirinya, jadi saat masih muda ia sudah kabur dari rumah.

"Saya tak tahu apa yang terjadi karena saya masih sangat muda tapi yang saya tahu adalah saya kehilangan ibu, adik perempuan dan ayah saya," ceritanya.

"Dari usia enam sampai tujuh tahun saya adalah anak jalanan ... pada usia delapan tahun saya berada di panti asuhan."

2017 International student award winners
Penerima penghargaan mahasiswa internasional terbaik di NSW tahun 2017 dari kiri: Yam Prasad Dhital, Linus Faustin, Katherine Pei Kun Qi, Kymia Wang.

ABC Radio Sydney: Amanda Hoh

Linus mengatakan bahwa ia selalu mencintai sekolah dan karena itu, ia bekerja keras di panti asuhan.

Ia menjadi presiden Dewan Yunior Tanzania -sebuah Parlemen untuk kaum muda -dan studinya kemudian disponsori oleh sebuah keluarga Australia.

Ketika ia mulai belajar di UTS, Linus mengatakan bahwa ia menjadi bersemangat untuk meningkatkan profil mahasiswa internasional.

Ia turut mendirikan saluran TV mahasiswa internasional internal, dengan sukarela membantu dan membimbing mahasiswa lainnya, dan pada tahun 2016 terpilih sebagai Duta Pemuda Multikultural NSW.

Ia juga memfasilitasi kampanye anti-rasisme di universitas dan merupakan wakil presiden dan satu-satunya anggota dewan mahasiswa internasional dari serikat pekerja UTS.

"Saya pikir kami membutuhkan lebih banyak platform untuk mengekspresikan diri sebagai mahasiswa internasional.”

"Bagi banyak mahasiswa internasional di Australia, perhatian utama mereka adalah mendapatkan pekerjaan. Pasar kerja di Australia sangat kompetitif bagi mahasiswa internasional, terutama jika Anda memiliki aksen (bahasa).”

"Yang saya inginkan adalah melihat lebih banyak mahasiswa internasional terlibat di UTS dan dalam komunitas Australia."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar